Aroma Inkunabula

Doa-doa lama kembali kupelihara. Aromanya telah serupa dengan inkunabula; buku-buku lawas terbitan abad 16 yang langka namun tetap dicari. Beberapa di antaranya mati dan beberapa lainnya mati suri, timbul tenggelam. Harum inkunabula mengingatkan pada beberapa kejadian, persis aroma petrichor yang menuangkan kehangatan memori dan beberapa butir rindu yang sempat terhalau.

Doa-doa lama kembali kuhidupkan. Masih dan tetap masih ada namamu, seperti judul-judul inkunabula yang tak tergantikan. Namamu kututup rapat bahkan dalam beberapa tangis dan ratap. Namamu bak aroma inkunabula, semerbak tanda kau telah lama bersemayam dalam doaku; doa-doa yang diam-diam ingin sekali terkabulkan.

Like what you read? Give Kereta Aksara a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.