Ngoding itu seperti petualangan

Ada untungnya manusia tidak tahu secara pasti apa yang akan terjadi besok.

Ini memungkinkan kita untuk bercengkrama dengan beragam ketidakpastian dalam hidup.

Itu pula yang saya rasakan dalam membangun produk. Ada beragam ketidakpastian.

Apakah pengguna menyukainya? Apakah ada bug yang telah saya ciptakan secara tidak sadar? Apakah server mampu menangani traffic? Apakah produknya akan dibobol?

Tetapi anehnya, ketidakpastian inilah yang seru.

Coba bayangkan apa jadinya, bila kita hanya menluncurkan sebuah fitur ketika kita mengetahui seluruh kebutuhannya? Seluruh flow dan edge-cases?

Ketika dipikirkan kembali, apa itu “seluruh kebutuhan”? Kita sebagai manusia saja belum tentu bisa menentukan apa itu “lengkap”.

Nah, bagaimana bila ketidakmampuan untuk mengetahui secara lengkap ini dimanfaatkan?

Daripada menunggu untuk mengetahui semuanya, bagaimana bila kita fokus untuk menghadirkan fitur tadi ke pengguna seawal mungkin?

Kemudian kita dapat melakukan beragam pengamatan untuk mengetahui apakah fitur tadi memecahkan masalah yang melatarbelakangi dibuatnya fitur tadi?

Proses inilah yang mirip dengan sebuah petualangan. Kita tidak tahu apa yang akan kita jumpai dalam perjalanan kita.

Begitu pula dalam pengembangan produk.

Dalam tiap iterasi, kita memperoleh pengetahuan baru, pasca fitur diluncurkan. Kita bisa mengetahui mana yang bekerja mana yang tidak. Kita bisa mencari tahu bagaimana memperbaikinya dan bagaimana merusaknya.

Tapi apakah ketika kita hendak berpetualang, kita bisa masuk ke dalam hutan tanpa ada persiapan apapun?

(bersambung…. semoga :D)