5 hal yang bisa kita petik dari film Train To Buzan

Ini adalah film Korea, yang lebih sering di cap alay dibanding didiskusikan sebagaimana film lain didiskusikan. Namun, apakah memang tidak ada yang bisa kita petik dari sebuah film korea? Berikut saya paparkan pelajaran apa yang bisa kita dapat dari film kore berjudul Train To Buzan. Tapi sebelumnya saya peringatkan, tulisan ini penuh dengan spoiler.

Perbanyaklah bercinta kurangi bekerja
Adegan film ini dimulai dengan adegan si Seok Woo yang diperankan oleh Goong Yoo sebagai seorang papah muda yang telah bercerai. Dan kalian tau kenapa mereka bercerai? Karena si Seok Woo kurang perhatian. Dan usut punya usut ternyata doi terlalu sibuk bekerja sebagai manager keuangan sebuah perusahaan. Dan coba tebak dari mana zombie itu berasal? Dari kebocoran proyek biogas si perusahaan si maneger. Dari sini kita bisa belajar betapa terlalu bekrja keras itu banyak mudharatnya. Seandainya si manager ini lebih banyak bercinta dengan sang istri, mungkin mereka tidak akan bercerai, dan mungkin dia tidak terlalu ambisius dalam karir dan zombie-zombie tidak pernah ada. Wallahu a’lam.
Jangan biarkan zombie masuk kereta
Mungkin petugas keretanya lagi butuh aqua kali ya. Kok bisa-bisa nya dia mebiarkan seorang yang sudah terjangkit virus zombie masuk kedalam kereta. Dari satu orang inilah kemudian menularkan virus ke orang lain yang kemudian menularkannya lagi ke orang selanjutnya hingga berlipat ganda tak terkendali. Mau tidak mau yang patut dipersalahkan disini adalah petugas kereta apinya. Jika saja sang pegawai kerta api bisa lebih fokus dan mawas diri mungkin kita akan menyaksikan perjalanan kereta yang membahagiakan, dan tidak perlu tegang dengan adegan kerjar-kejaran zombie.
Sering-seringlah berolahraga
Men sana in corpore sano. Jargon pendidikan jasmani yang sudah lama tidak dipraktekkan dengan baik ini kembali menemukan tempatnya pada film ini. Melalui tokoh om-om berbadan gede yang tergolong suami-suami takut istri. Dengan tubuh kerkar nya sangat berguna dalam menahan para zombie atau menerobos kerumunan zombie. Dan om-om ini juga tidak individualis, buktinya dia rela mati demi keselamatan orang lain. Seandainya saja semua orang di atas kereta tersebut memperhatikan olahraga seperti om-om tadi, pasti tidak akan mudah digigit oleh zombie dan bisa menghajar para zombie yang berdatangan.
Ungkapkanlah sebelum terlambat
Selain menampilkan hubungan ayah dan anak, film ini juga menggambarkan kisah cinta dua remaja klub baseball. Yang bisa kita tarik dari kisah sejoli ini adalah ungkapkanlah sebelum terlambat. Si oppa pemain baseball yang awalnya sok cool dan malu-malu kucing menanggapi cewek cheer yang ngebet banget, berakhir dengan air mata setelah si cewek juga jadi zombie. Si oppa pun menyesal dan merelakan dirinya juga menjadi zombie. Mungkin ini yang disebut cinta sehidup semati. Andai saja mereka ini jadian sebelum naik kereta, mungkin dia tidak akan mati dalam keadaan jomblo. Kematian yang sangat tragis.
Utamakan keselamatan anak-anak dan ibu hamil
Ini sudah tidak bisa kita bantah. Faktanya, yang selamat dari kereta tersebut hanyalah seorang anak perempuan dan ibu hamil. Yah, mereka memang harus didahulukan, bagaimanapun semrawutnya masalah perkereta apian kita bahkan ketika diserang zombie. Anak-anak dan ibu hamil haruslah menjadi prioritas. Kalo masih ada yang membantah. keterlaluan.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Khaerul Akmal Ashar’s story.