Bincang Dengan Kak Bethea

Bethea Zia Davida

Panggilanya kak bethea, asal dari Solo, asal sma dari SMA 3 Surakarta. Alasan masuk IF karena sebenernya dulu pengen masuk teknik elektro namun ternyata kurang cocok karena kak bethea menghendaki pekerjaan yang bisa dilakukan secara remote yang tidak mengharuskan pegawainya hadir secara fisik, walaupun masih sedikit pekerjaan magang yang ditawarkan atau dibuka di Indonesia yang bisa remote, tetapi pada zaman sekarang juga sudah mulai muncul pekerjaan-pekerjaan remote terutama dari perusahaan e-commerce.

Menurut kak bethea, magang yang paling recommended yaitu di bukalapak, alasanya karena bukalapak lebih menghargai dan memanjakan karyawanya. salah satunya program reward. Setiap orang bisa memberikan reward point ke rekan kerjanya. jika reward point yang diterima sudah mencapai 5000, reward point nya dapat ditukarkan dengan macbook sama seperti Go-Points di Go-Jek. Selain itu di bukalapak juga diberi makan gratis 2 kali sehari, jadi gaji magangnya, yang cukup besar katanya, masih utuh dan hanya berkurang untuk membayar kos saja. Di bukalapak banyak petinggi petinggi yang merupakan lulusan ITB diantaranya Ahmad Zaky dan Fajrin Rasyid yang merupakan 2 orang paling penting di bukalapak. Di bukalapak juga banyak alumni ITB yang bekerja disana. Namun tidak menutup kemungkinan alumni kampus lain untuk diterima di bukalapak walaupun ada stigma kalau lulusan ITB lebih gampang diterima disana. Pengalaman magang kak Bethea yaitu di Solve education sebagai software engineer tapi di situ kak bethea juga ngurusin backend dari website perusahaan tersebut, kemudian kak bethea juga pernah magang di bibli sebagai DevOps tetapi kerjanya diluar apa yang diharapkan atau diekspetasi kak bethea, dan ia juga pernah magang secara remote di Arsana, sebuah perusahaan game developers asal singapur, tetapi sekarang kak Bethea sedang mengambil part time di Bukalapak sebagai AI engineer, dan telah mendapatkan kontrak kalau Kak Bethea sudah lulus bisa langsung kerja di bukalapak, walaupun sampai sekarang belum menandatangani kontrak. Alasan kak Bethea untuk magang dengan posisi yang berbeda adalah agar kak Bethea dapat mencicipi dunia kerja yang memang betulan diminati, agar jika tidak cocok pada saat magang, Kak Bethea dapat merubah pekerjaannya kemudian dan tidak menyesal dengan pilihannya.

Kak Bethea juga aktif mengikuti lomba-lomba selama di ITB. Lomba yang diikutinya pun beragam. Pada tingkat 2 kak Bethea mengikuti lomba bussiness case dan mendapatkan juara 2. Kemudian pada tingkat 3 kak Bethea lebih fokus ke data mining dan mendalami tentang machine learning. Dari keahlianya tersebut kak Bethea pernah menang lomba data mining, yang paling bergengsi adalah ketika mendapatkan juara 3 pada kompetisi data mining di Malaysia yang diselenggarakan oleh perusahan asal perancis yang mana juara 1 dan 2 nya diambil oleh mahasiswa NTU, jadi bisa dibilang kualitas Kak Bethea tidak jauh dari mahasiswa NTU. Kak Bethea juga merupakan seorang yang aktif belajar dan mencoba hal hal yang baru. Saat ini kak Bethea mengikuti komunitas data mining dan CTF di himpunan mahasiswa informatika ITB. Kak Bethea juga berbincang sedikit mengenai beasiswa ALIF atau Alumni IF yang didanai oleh alumni himpunan mahasiswa informatika sendiri, katanya persyaratannya cukup mudah, tidak usah bawa dokumen bukti gaji orangtua dan semacamnnya, hanya submit form dan interview, dan cukup banyak yang diterima lewat beasiswa tersebut salah satunya adalah Kak Bethea sendiri, tetapi beasiswa in hanya berlaku untuk satu semester jadi tiap semester harus mengajukan ulang lewat form yang diberikan.

Pada wawancara kak Bethea sempat menjelasakan bagaimana jobdesc nya kak Bethea sewaktu magang, Kak bethea di bukalapak lebih fokus terhadap image processing dengan memanfaatkan machine learning untuk sistem rekomendasi dan pencarian. Data yang menjadi data training nya adalah foto foto barang tertentu yang harus didapat sendiri dari internet khususnya dari katalog bukalapak sendiri, kemudian data tersebut diproses dengan algoritma machine learning sehingga mampu memberikan hasil yang sesuai pada hasil pencarian, Kak Bethea juga memberikan insight atau glimpse dari bekerja sebagai AI engineer di Indonesia, kalau masih magang pertama kali biasanya kita diminta untuk melabel gambar-gambar tertentu sesuai dengan katalog atau kategori yang diminta jadi bisa dibilang cukup nguli.

Hal yang unik tentang AI adalah tahun lalu mungkin tidak ada perusahaan yang membuka lowongan untuk AI engineer namun tahun ini sudah banyak perusahan yang membuka lowonganya seperti halnya blibli, tetapi Kak Bethea menilai lowongan AI engineer di blibli masih terlalu baru sehingga tidak direkomendasikan untuk pemagang yang betulan mau cari pengalaman bekerja seperti Kak Bethea sendiri.

Tipsnya kak Bethea kalau mau magang : latihan CP karena semua test magang biasanya memakai CP tetapi tingkat kesusahannya sedikit dibawah lomba-lomba seperti Compfest, Gemastik, NPC dan lain-lain, kemudian mengirim email ke HR perusahaan yang dituju walaupun kata Kak Bethea biasanya dibalasnya dengan link ke seleksi CP, tetapi kelebihan dari mengontak langsung daripada lewat email yang biasa tertulis di websitenya adalah responnya yang cepat, mengikuti workshop atau seminar tentang teknologi karena biasanya dapat kontak dan link-link penting dari situ, selalu mengupdate profil linkedin, karena banyak perusahaan yang mengait calon peawainya dari situ, dan selalu update dan memperbagus CV, karena ada juga perusahaan yang lebih melihat CV daripada ngetes dengan seleksi CP

quotes : First career, lead to other world.

https://youtu.be/sgWTTllOs_4