Biografi Basuki Tjahaja Purnama Tokoh Kontroversial yang menginspirasi
Nama : khaniayu dwi putri
NIM : 15417115
Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M merupakan Gubernur DKI Jakarta yang menjabat sejak 19 November 2014 hingga 9 Mei 2017. Ia termasuk perencana Belitung dan DKI Jakarta.
Basuki Tjahaja Purnama yang biasa dikenal dengan Hakka Ahok mempunyai nama Tionghoa Zhōng Wànxué, ia lahir di Manggar, Belitung Timur pada tanggal 29 Juni 1966, ia merupakan anak sulung dari Alm. Indra Tjahaja Purnama (Tjoeng Kiem Nam) dan Buniarti Ningsing (Boen Nen Tjauw) . Nama Panggilan “Ahok” merupakan panggilan khusus yang diberikan ayahnya dengan maksud dan harapan Ahok kelak menjadi orang yang sukses. Nama Ahok sendiri berasal dari kata “Banhok”, Ban yang artinya puluhan ribu dan Hok yang berarti belajar. Jika digabungkan keduanya berarti “Belajar disegala bidang”, namun lama — kelamaan panggilan nya berubah menjadi Ahok. Ahok merupakan keturunan dari suka Hakka ( Keija ), ia mempunyai 3 orang adik yang bisa di katakan telah sukses, yaitu Basuri Tjahaja Purnama ( dokter PNS dan Bupati di Kabupaten Belitung Timur), Fifi Lety ( praktisi hukum ), Harry Basuki ( praktisi dan konsultan bidang pariwisatadan perhotelan ).
Mengenang masa kecil Ahok, ia lebih banyak menghabiskan waktu di Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur sampai ia menamatkan Sekolah Menengah Pertama, setelah itu ia melanjutkan sekolahnya di Jakarta. Ia mengambil kuliah program studi Teknik Geologi di Fakultas Teknik Mineral di Universitas Trisakti dan mendapat gelar insinyur pada tahun 1990, setelah itu ia melanjutkan pendidikan S2 di Sekolah Tinggi Managemen Prasetiya Mulya dengan program studi Managemen, dan mendapat gelar Master Managemen pada tahun 1994. Setelah mendapatkan gelar insinyur, Ahok kembali ke kampung halamannya dan mendirikan CV Panda yang fokus pada bidang kontraktor pertambangan PT Timah.
Pada tahun 1992 Basuki mengawali kariernya di dunia bisnis, ia memulainya sebagai Direktur PT Nurindra Ekapersada sebagai persiapan pembangunan pabrik Gravel Pack Sand ( GPS ) pada tahun 1995, namun pada tahun 1995 ia memutuskan berhenti di PT tersebut dan mulai merintis pembangunan Pabrik di Dusun Burung Mandi, Desa Mangkubang, Kecamatan Manggar Belitung Timur. Lokasi pembangunan ini adalah asal mula tumbuh nya kawasan industri dan pelabuhan Samudra yang bernama KIAK ( Kawasan Industri Air Kelik ).
Memasuki dunia politik, pada tahun 2004 ia bergabung dengan Partai Perhimpunan Indonesia Baru ( Partai PIB ), partai ini didirikan oleh Alm. Sjahrir. Ahok bergabung dan menjadi ketua DPC Partai PIB Kabupaten Belitung Timur, lalu pada tahun 2004 ia mencalonkan diri sebagai anggota Legislatif dan terpilih menjadi DPRD Kabupaten Belitung periode 2004–2009. Pada tahun 2005, Ahok dengan pasangannya Khairul Effendi, B.Sc. dari Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) mencalonkan diri menjadi Calon Bupati — Wakil Bupati Belitung Timur periode 2005–2010 melalui Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Kabupaten Belitung Timur dan menang dengan perolehan suara 37,13 %. Setelah menjabat kurang lebih satu setengah tahun, ia mengundurkan diri sebagai Bupati Belitung Timur dan menyerahkan jabatannya pada wakilnya Khairul Effendi dan mencalonkan diri pada pemilihan Gubernur Bangka Belitung Timur tahun 2007. Banyak sekali pengalaman Ahok di dunia politik, setelah ia menjabat menjadi Gubernur Bangka Belitung, ia terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2009–2014 dari Partai Golongan Karya. Pada tahun 2012 ia mencalonkan diri menjadi gubernur DKI Jakarta dengan pasangan Joko Widodo dan mendapat suara sebanyak 42,60% pada putaran pertama dan 53,82% pada putaran kedua. Setelah menjabat kurang lebih 2 tahun lebih sebagai wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok diumumkan menjadi Gubernur DKI Jakarta oleh DPRD DKI Jakarta karena Joko Widodo telah menjabat menjadi presiden, namun banyak sekali kontroversi yang terjadi, partai — partai yang tergabung dalam koalisi merah putih menentang pengangkatan Ahok sebagai Gubernur berdasarkan 3 landasan : (1) Ahok tidak beragama islam, (2) perilaku Ahok dianggap arogan, kasar, dan tidak bermoral, (3) Penolakan umat islam Jakarta terhadap kepemimpinan ahok. Banyak penolakan berdatangan dari sudut manapun selama beberapa bulan, namun akhirnya Ahok tetap menjadi Gubernur DKI Jakarta pada tanggal 19 November 2014.
daftar pustaka :
wikipedia. 2018. “biografi Basuki Tjahaja Purnama”. https://id.wikipedia.org/wiki/Basuki_Tjahaja_Purnama#Referensi
