Solusi dalam Dinamika Pertemanan

"Senyuman seseorang adalah pantulan garis-garis pancaran cahaya matahari". Dr. Aidh Al Qarni

Ah ya dinamika pertemanan pasti ada, 
Bohong jika dibilang gak ada,
Dusta jika dikatakan gak ada,
Menutupi jika diucapkan gak ada,
Karena kita lahir-tumbuh-dan-berkembang dari keluarga serta lingkungan yang berbeda.

Namanya saja dinamika yaitu naik turun. Namun, dinamika kalo dijalani bareng orang orang kayak mereka ini seru seru aja. Ombak badai macem apa juga seru seru aja. Arus macem apa juga seru seru aja. Panas api macem apa juga seru seru aja. Karena,

LOL... ya tiga huruf ini selalu saya baca dari ketikan jempol jempol mereka, cah Depok yang selalu belajar bahasa betawi setiap hari-cah Depok yang doyan banget masakan betawi-cah Depok yang ngapak, yang ujungnya berakhir dengan tawa.

Akur... ya empat huruf ini selalu saya temukan ditubuh mereka berdua dengan segala kegesrekannya dan segala tingkahnya, yang unjungnya berakhir dengan tawa.

Receh... ya lima huruf ini selalu saya rindukan dari mulut mereka bedua, yang ujungnya berakhir dengan tawa.

Jemaah... ya enam huruf ini selalu saya rasakan setiap hari dari hati-hati mereka dan selalu ada membersamai hari, yang ujungnya berakhir dengan tawa.

Panutan... ya tujuh huruf ini selalu saya pelajari dari mereka, "mereka jauh lebih baik dari kita" slogan utama yang ujungnya bermuhasabah diri yang menertawai diri diri kita, yang ujungnya berakhir juga dengan tawa.

Bahagia... ya delapan huruf ini selalu saya rasakan ketika dengan mereka, jika salah satu dari kami ada yang salah-kami tidak membawa masalah keluar-tidak pula merasa terdzolimi-tidak pula merasa lebih baik-namun muhasabah sembari saling menasihati sesama dengan adab yang baik, yang ujungnya berakhir dengan tawa.

Terlarang... ya sembilan huruf yang unik, melempari satu sama lain untuk menghibur yang lain, informasi tidak berfaedahpun menempati laman terlarang, yang ujungnya berakhir dengan tawa.

Bermanfaat... ya sepuluh huruf yang selalu saya lihat dari aktivitas kalian, kalo untuk tebar kebaikan menjadi barisan paling depan, tidak absen dalam urusan mengurusi ummat, tidak absen dalam urusan menjaga diri agar bermanfaat bagi sesama. Ah kalian masyaAllah dah...

Bersyukurrr... ya ya sebelas huruf ini [maksa] selalu berada dalam ucapan doa saya, dan ucapan terbaiknya adalah bersyukur karena Allah mempertemukan saya dengan kalian.

Terakhir,
Silaturahim... ya dua belas huruf yang menjadi penutup tentang kalian, teringat bangden berkata, "bahwa teman punya haknya dan haknya adalah silaturahim". Inilah kerjaan kita, yaitu silaturahim. Makan-datengin rumah rume minta makan-silaturahim-ngomongin projek-makan-datengin rumah rume minta makan-silarahim-makan... terus aja begitu,

Karena dalam silaturahim itu ada rizkinya Allah, dan ketahuilah bahwa rizki bukan hanya materi namun juga teman teman yang lawak nan sholeh/ah. 

Terus tulis cerita baru untuk menambah buku dinamika persahabatan, hingga kelak menjadi buku yang dilanjutkan oleh generasi setelahnya dan dipetik hikmahnya.
#ketawasampepipipegel #ketawasampenangis 
#solusinyaketawa
#janganlupabahagia #sepuluhkatabuatkalian

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Kiki Pujianti’s story.