Tokoh-tokoh Sekaligus Pejuang Kemerdekaan yang Telah Kita Lupakan

Kawan pernah belajar duduk di bangku SD sampai SMA kan? pasti saat di sekolahan ada pelajaran Sejarah yang mempelajari segala hal tentang tokoh-tokoh masa perjuangan. Mungkin saya di sini hanya cuman ingin sebagai pengingat kalian semua yang sekarang sudah lupa.

Sebenarnya saya ingin menulis disaat memperingati hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustusan seja, walau masih jauh saya ingin menulisnya untuk pengingat saja. :D

Diwaktu sekolah kitapun sebagai murid diperkenalkan dengan yang namanya Dr. Sutomo, Ki Hajar Dewantara. Ir Soekarno, atau W.R. Supratman. Orang yang kusebutkan ini merupakan tokoh yang ikut berjuang di medan perang membela Indonesia demi suatu kemerdekaan. Yang saya tulis di bawah adalah tokoh pejuangg kemerdekaan Indonesia yang hampir terlupakan oleh kita, kurang disanjung atau jarang disebut atau bahkan tidak dicatatkan dalam buku sejarah-sejarah yang pernah kita pegang diwaktu duduk di bangku sekolah.

1. B.M Diah

Di masa-masa kemerdekaan, tidak ada satupun yang namanya telepon genggam, android yang selama kita pegang saat ini pun tidak ada atau sarana penyiaran dan komunikasi seperti saat ini dengan mudah memberitakan kabar kemerdekaan menyebar di mana-mana sampai pelosok ujung Indonesia.

Ada sebabnya peran B.M. Diah begitu pentingnya sangat berpengaruh juga pada mental masyarakat seluruh Indonesia itu sendiri. Beliaupun juga sebagai aktor wartawan yang sukanya menyiarkan berita Indonesia agar menyebar ke seluruh penjuru tanah air tercinta.

2. Syahrudin

Beliau ini juga berpengaruh sekali untuk kemajuan Indonesia di zaman dahulu, dan merupakan seorang telegraphis pada kantor berita Jepang. Tidak pernah patah semangat, walau beliau sudah tahu resikonya jika aksinya yang selama ini dilakukan ketahuan.

Syahrudin menyiarkan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia ke seluruh bumi dengan cara yakni sembunyi-sembunyi, seperti dakwah nabi Muhammad SAW. Aksi seperti yang dikerjakan ini diwaktu personil dari Jepang sedang Istirahat pada tanggal 17 Agustus 1945 pad pukul 4 sore hari.

3. Pang Suma

Seorang tokoh Dayak dan kerap sekali beliau disebut dengan sang pejuang kemerdekaan Indonesia tanah air tercinta yang bergilyakan di Kalimatan Bara. Dengan hanya bekal keberanian dirinya dan sebuah sabur (mandau/parang panjang) entah kalau di tempat tinggal mu namanya apa.

Pang Suma sendiri pun berhasil dengan membunuh pimpinan Jepang yang lokasi nya ada tiga dan itupun berbeda-beda, salah satunya ada yang mengatakan di pusat kota Meliau adalah basisnya orang Jepang. Seketika itu juga akhirnya beliau sendiri ditembak sampai mati oleh kerabatnya sendiri, ternyata dibayar oleh Jepang untuk berkhianat.

4. Cut Nyak Meutia

Sungguh perlawanan dan sebuah kegigihan dalam dirinya Cut Nyak Meutia melawan Belanda, yang patut di kenang sebagai pahlawan. Beliau merupakan pahlawan nasional Indonesia yang lahir di Aceh. Pertama kalinya, Cut Nyak Meutia mengangkat senjatanya untuk melawan kejahatan Belanda yang melanda dengan didampingi suaminya, yakni Teuku Muhammad.

Teuku Muhammad sendiri biasa dipanggil dengan sebutan Teuku Jik. Namun beribu sayang pada tahun 1905, Teuku Jik sendiri telah ditangkap dan pada akhir riwayat hidupnya dihukum mati di tepi pantai bernamakan Lhoksumawe.

Cut Nyak Meutia selanjutnya bergabung dengan pasukan lain dan keberadaan beliau ketika pertempuran di Paya Cicem, beliau dan para kaum hawa terlanjur untuk melarikan diri ke dalam hutan. Dengan bersamaan, untuk bergerak lanjut ke Gayo dengan melalui hutan belantara, beliau pun tetap dengan gigih menyerang dan melakukan adu tekad bersama sisa pasukannya demi kejayaan tanah air.

Sepanjang aksinya beliau sendiri telah membuahkan hasil dengan merampas pos-pos kolonial Belanda yang kejam. Dan pada akhir riwayat hidupnya Cut Nyak Meutia gugur di medan peperangan pada tanggal 24 Oktober 1910.

5. Tan Malaka

Yang ini merupakan tokoh dengan diberi sebuah gelar “Orang yang ahli dalam revolusi” kata-kata dari Bung Karno, dan biasa disebut dengan nama Mohammad Yamin dengan gelar “Bapak Republik Indonsia” di koran dan mungkin kalian sudah tahu dari pembelajaran masa-masa duduk di sekolah dulu.

Beliau sendiri merupakan seorang guru lulusan Belanda yang dapat saja terus mengajar di sekolah yang dipunyai Belanda dengan opah sangat tinggi, namun beliau sendiri justru dengan mengubah pandangan lain untuk memilih mendidik anak-anak di sekolah yang ada di Semarang.

Lolos dari perkiraan orang Belanda, sekolah-sekolah yang dibina oleh beliau Tan Malaka semakin berkembang dengan pesatnya dan menciptakan permasalahan yakni beliau sendiri dibuang pada bulan Februari pada tahun 1922 silam. Saat masa-masa pembuangan tersebut, beliau sendiri tetap gigih dan semangat untuk berjuang untuk demi kejayaan Indonesia.

Ironisnya disebabkan adanya sebuah perpecahan di dalam lingkup sesama pejuang kemerdekaan, Tan Malaka pun sendiri ditangkap dan ada acara eksekusi mati oleh tentara Militer Divisi 1 Jawa Timur, dan itupun ketika beliau sedang memimpin rakyat melawat Belanda pada tanggal 21 Februari 1949.

6. S.K Trimurti

Kalau suka menulis jangan lupa pahlawan yang namanya S.K Trimurti, beliau ini adalah seorang penulis, guru, wartawati dan juga istri dari yang bernamakan Sayuti Melik. Sayuti melik ini merupakan seorang pengetik naskah proklamasi). Ketika masa-masa mengajar sebagai guru, S.K. Trimurti sendiri begitu aktif sebar-sebar pamflet anti-penjajah kepada murid-muridnya dan bahkan sampai ke masyarakat luas.

Hal yang dicontohkan dan dilakukannya, menjadikan ia ditangkap dan dipenjara. Sesudah lepas dari sebuah sel penjara, beliau sendiri menulis dengan pola surat kabr dan mendirikan sebuah majalah yang dinamakan oleh beliau “Bedug”, “Terompet”, dan “Suara Marheni”.

Tujuannya dari semua ini adalah untuk menyadarkan rakyat tanah air tercinta kita Indonesia bahwa mereka merupakan bangsa yang terjajah dan harus bangun dari sebuah penjajahan ini.

DIbenci oleh pihak kolonial Belanda, S.K. Trimurti harus memakai nama yang berbeda atau samaran dengan tujuannya adalah menghindari pengejaran oleh Belanda, dan akhirnya terlepas itu beliau pun dipenjara lagi pada tahun 1939 hingga 1943. Ketika diadakan proklamasi sendiri, beliau pun menjadi sebuah saksi otentik dari pembacaan teks proklamasi yang dibacakan sama Ir. Soekarno.

7. Achmad Soerbarjo

Mungkin kalian semua telah tahu, ketika peristiwa yang disaat itu Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta diculik sama para pemuda menuju tempat yang bernamakan Rengasdengklok. Ini dikarenakan mereka sendiri tidak sabar untuk segera mendeklarasikan sebuah kejayaan atau kemerdekaan untuk Inonesia yang kita cinta ini.

Bapak Achmad Soebarjo sendiri sebagai aktor dalam mengerjakan sebuah perundingan disaat itu dan pada finalnya telah berhasil meyakinkan para pemuda tersebut untuk mengembalikan Bun Karno dan Bung Hatta menuju ke Jakarta. Selain itu, beliau pun juga telah membantu menyusun sebuah konsep tertulis berupa proklamasi bersamaan dengan Bung Karno dan Bung Hatta tempatnya di rumah Laksamana Tadashi Maeda.

8. Frans Mendur

Kalau saja tidak ada tokoh seperti ini, maka tidak ada yang namanya foto dokumentasi kemerdekaan republik Indonesia sampai saat ini. Frans Mendur merupakan seorang yang ahli dalam foto memfoto alias fotografer, yang telah berhasil mengabadikan kenangan dan peristiwa bersejarah republik ini ditemani sama saudara kandung yang bernama Alex Mendur.

Beliau sendiri pernah diselediki dan digeledah sama tentara Jepang, namun tak disangka beliaupun beruntung sempat menyembunyikan film negatifnya yang dimiliki disembunyikan di bawah pohon dekat halaman kantor harian Asia Raja.

9. Tadashi Maeda

Dibilang seorang Tadashi Maeda ini adalah seorang Angkatan Laut Jepang, laksamana Tadashi Maeda sendiri telah beranikan dirinya untuk melanggar perintah sekutu yang melarang para pemimpin Indonesia mempersiapkan kemerdekaan.

Peristiwa ini begitu dahsyatnya, karena meski pangkat yang sudah diperjuangkan, beliau sendiri begitu rela untuk membantu Indonesia. Disebabkan karena simpatinya akan rakyat Indonesia, beliau pun merelakan rumahnya dipakai untuk digunakan sebagai tempat penyusunan konsep teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Laksamana Tadashi sendiri sempat ditangkap dan ditahan oleh sekutu, tak disangka juga akhirnya dibebaskan pada tahun 1947.

10. Wikana

Wikanan sendiri merupakan seorang tokoh perjuangan yang dulunya dipercayai untuk duduk dengan peran sebagai menteri negara urusan pemuda, kabinet Perdana Menteri Sjahrir. Dan tokoh pemuda inilah yang mendesak Soekarno untuk segera mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia.

Beliau juga dengan gigih dan sangat berani untuk menghimbau para militer Jepang untuk jangan mengganggu alurnya upacara pembacaan teks proklamasi pada tahun 1945. Tokoh yang sempurna Wikana saat itu menghilang di tahun 1965 sesudah kembali ke tanah air dari kunjungannya ke Peking.

Mungkin itu saja yang saya tahu, dari refensi-refensi dari buku offline maupun online, jika adanya salah dalam yang saya tulis ini, haraplah untuk memakluminya. Dan kalau adanya kesalahan mohon dikomentar di bawah, selanjutnya saya rujukan kepada pengunjung untuk mencoba mengetahui pelajaran sejarah tentang “Biografi Presiden.”

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.