First Impression: Vienna Anti Acne face mask

Baru tau kalau face mask Vienna ada variant ini entah ini baru, atau memang jarang ada, aku gak tau. Gak sengaja nemu di guardian harganya 16k (cukup mahal sih untuk harga masker Vienna).

I’ve tried this one once. So here my first impression of this one.

Di kemasannya sih katanya oil free, removes excess sebum, fight breakout & less blemish-prone. Oh ya, dan ini ingredients nya baca sendiri ya.

Ini jenis maskernya cream gitu, warnanya tosca/turquoise mint gitu. Baunya khas tea tree oil, aku sih pusing soalnya emang gak suka tea tree.

Seperti biasa, aku masukin kulkas dulu sebelum dipake biar dingin hehe. Pas aku pake agak panas gitu di bagian yang ada jerawatnya (sekarang lagi ada 4 jerawat aktif dimuka) panas doang, enggak perih. Tapi cuma sebentar, setelahnya biasa aja. Tapi ini emang baunya ganggu sih aku gasuka.

Sebungkus ini bisa 2-3 kali pakai. Aku biasanya sharing berdua sama adik. Prinsipnya, kalau salah beli, nyeselnya harus bareng bareng wkwk

Anyway, aku kan apply pake jari telunjuk doang. And then jari telunjuk aku jadi gini. If you notice, there’s slightly a sheer pale blue color on my skin. Hmm, pewarna ya..

So, setelah aku bilas. Seperti biasa efeknya mask dari vienna ini bikin kulit kenyal, lembut sama cerahan gitu (ok, aku rasa semua masker gini). DAN untungnya muka aku gak biru-biru juga kayak jari aku tadi wkwk. Muka aku gak ketarik ataupun kering setelahnya. So far, enak sih, gada bedanya sama varian face mask vienna yang lain.

Update setelah 2 hari: bekas jerawatnya agak sedikit pudar. Idk whether it’s only what I think or the scars were really fade away.

BUT my acnes won’t drying up. It’s kind of ‘staying' on my face.

Idk why but I’m suspecting the tree tea as the culprit behind this. Kayaknya aku emang gak cocok sama bahan ini.

A single golf clap? Or a long standing ovation?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.