Peringatan Syuronan

KMF Mesir (16/10) — Beberapa hari yang lalu tepatnya malam Jum’at kemarin KMF Mesir telah mengadakan Haul Syaikh Ahmad Mutamakkin dan memperingati 1000 Hari Wafatnya KH. MA. Sahal Mahfudh. Acara berlangsung begitu khidmat yang diawali dengan Hataman Al-Qur’an, Tahlil bersama, kemudian pembacaan Manaqib Syaikh Ahmad Mutamakkin dan KH. MA. Sahal Mahfudh.

Acara yang diadakan KMF Mesir tanggal 13 Oktober 2016 itu dihadiri oleh seluruh anggotanya, sebagian tamu undangan dari Jawa Tengah, dan kerabat-kerabat Masisir.

“Sebagai santri Kajen lebih mengenal dengan sebutan Syuronan, dan kami menyelenggarakan acara ini setiap tahun sekali. Wujud ta’dzim kita kepada Masyayikh, Kiai, dan para Ulama, kami mengadakan acara ini untuk mendoakan guru-guru kami. Sekaligus ingin meneladani kiprah perjuangan kiai-kiai Kajen.” kata Ketua KMF Mesir, Saudara M. Mahfudh saat menyampaikan sambutannya.

Sementara itu senior KMF Mesir, H. Nashifuddin Luhfi, Lc. berkesempatan memberikan pesan-pesan teladan yang dulu pernah diajarkan oleh Kiai Sahal ketika masih hidup. Kang Luthfi, panggilan akrabnya, berkali-kali menyampaikan bahwa seorang santri atau mahasiswa harus bersungguh-sungguh belajar dengan tekun, bersabar, dan jadilah orang yang nerimo (istilah jawa yang artinya ikhlas).

“Cerita-cerita mengenai Kiai Sahal sangat banyak sekali. Saya ingin menyampaikan empat hal saja: tekun belajar, bersabar, menjadi orang yang ikhlas, dan yang terakhir istiqomah.” Tutur Kang Luthfi saat membacakan manaqib Kiai Sahal di acara tersebut.

Pada kesempatan lain, Kyai Imron Hasani, Lc. selaku dewan penasehat KMF Mesir, memberikan pesan-pesan teladan yang diajarkan oleh Syaikh Ahmad Mutamakkin. Sesepuh KMF Mesir yang sedang menyelesaikan S2-nya di Universitas Al-Azhar ini memberikan saran kepada santri Kajen khususnya, bahwa santri itu harus bisa mengamalkan ilmu-ilmunya yang telah diajarkan oleh para guru. Demikian pula menambahkan, bukti wujud keshalihan Mbah Mutamakkin adalah barokahnya.

“Eksistensi pesan ini saya tujukan kepada santri Mathole’ dan bisa diterima oleh Masisir pada Umumnya. Sebuah cerita, ada salah satu santri yang akan berangkat ke Timur Tengah dan ia sowan kepada Kiai Sahal. Dalam pesan tersebut Kiai Sahal berkata: Belajarlah di kuliah dan belajarlah kepada para ulama disana.” pesan Kang Imron saat membacakan manaqib Mbah Mutamakkin dan Kiai Sahal.

Rangkaian acara yang diselenggarakan di Sekretariat KMF Mesir ini cukup sederhana. Acara ini merupakan peringatan Syuronan yang biasa diadakan di Kajen. Tidak menutup kemungkinan, kami yang berada disini pun bisa memperingati momen Syuronan dalam euforia yang berbeda.

Semoga keberkahan kiai-kiai Kajen bisa sampai kepada murid-muridnya yang sedang menempuh pendidikan disini. (Admin)

Show your support

Clapping shows how much you appreciated KMF MESIR’s story.