Kawan, cukup sudah aku menuai airmata ini. Siang ini, aku benar-benar bangga melihat kalian tersenyum simpul penuh kemenangan. Selamat atas pencapaian kalian yang baru saja tiba di gerbang baru. Kalian terpencar, aku agak sedikit repot mencari kalian satu per satu untuk aku peluk. Yap, mungkin itu cepat berlalu, namun tiap pelukan yang kuberikan aku tanamkan sedikit semangat yang sedang membara di kepala ini. Kawan, pergilah yang jauh, agar esok saat kembali bertemu kita bisa bertukar cerita. Kawan, gapailah pita yang sudah menunggu di ujung jalan yang masih berkabut itu. Perlahan, aku melihat kalian mulai menapakkan langkah pertama di jalur itu, dan terjadi lagi, aku harus memandangi punggung kalian yang semakin lama menjauh dan ditelan kabut. Aku, masih di sini, masih belum cukup bahan bakar dan mimpi yang akan aku bawa di jalur berkabut itu. Tunggulah kawan, kita akan tiba di padang rumput yang luas, kembali kita nyalakan api unggun dan lingkaran, saatnya untuk bertukar kisah dan mimpi. Kupastikan, esok aku akan hadir bukan hanya mendengarkan namun juga ikut bercerita.
Aku menyayangi kalian, kawan.