DUDUK BARENG #2: Turks And Caicos.

Konco's Club
Sep 6, 2018 · 3 min read

Oleh Raka Dewangkara.

Berkenalan lebih dekat dengan unit pop terbaru asal Dayeuhkolot, Turks and Caicos. Berbincang ringan tentang bagaimana awal mereka terbentuk, kisah dibalik single perdana mereka, “This Town”, serta cerita dari submission program yang mereka ikuti beberapa waktu lalu dan kebingungan mereka akan sebutan Turks and Caicos sebagai Band Bogor atau Band Bandung.

Halo, Turks & Caicos, kalau boleh kalian perkenalan dulu dong!

Nadhif: Halo, Gua Nadhif Ardana, sebagai gitar dan vokal

Alvin: Gua Alvin, sebagai gitar.

Ega: Gua Ega, megang bass.

Kenapa sih namanya Turks & Caicos?

Nadhif: Jadi dari awalnya, gua lagi baca buku 500 Most Visited Islands, gua liat-liat, ada nama pulau bagus kan, wah catchy gitu kata gua, yaudah pake aja itu, gua kulik lagi kan itu pulaunya ada dimana dan segala macemnya…

Memang dimana tuh pulau?

Nadhif: Di Karibia, Amerika Tengah.

Ooh oke-oke, tapi berati kalian sekampus nih ya? Ketemu dikampus gitu?

Ega: Iya sekampus sejauh inimah.. sinergi bangun negeri…

Dari perjalanannya nih, siapa sih influence kalian dalam bermusik?

Nadhif: Banyak banget, tapi beda-beda sih…

Ega: Tapi sebenernya kuatnya ke Radio Dept sih…

Nadhif: Brittle Stars, awal-awal 2000 sama 90an, terus sama mixingan jaman dulu sih.

Alvin: Keane, The Embassy…

Ega: Kita suka sound-sound yang jaman dulu sih, lo-fi

Ngomongin single nih, This Town, apa sih cerita dibalik single tersebut?

Ega & Alvin: Nadhif nih jelasin dhif.

Nadhif: Hahahahaha, jadi gua pernah nonton film judulnya Anthropoid (2016), gua lupa sutradaranya siapa, itu ceritanya dia prajurit suatu partai, Partisan Resistance untuk membunuh gubernur dari Nazi itu di Bohemia, mereka berusaha buat membunuh dia tuh dengan sistem gerilya, tapi akhirnya pergerakan mereka ketahuan sama Gestapo.

Jadi sebenarnya itu Tribute to Anthropoid, begitu?

Nadhif: Engga juga sih, karena itu ada selipan-selipan cerita yang gua sambungin sih, itu sebagai metafora sih sebenarnya.

Ega: Kiasan dari pengalaman pribadinya Nadhif itu…

Nadhif: Hahahaha karena itu karena ceritanya mempertahankan kota kan, nah gua samain aja, cocok nih sebagai metafora dari mempertahankan hubungan gua gitu…

Kalian kan bertemu di Bandung dan datang dari daerah yang berbeda-beda, namun kalian memilih untuk memulai di Bogor dengan Submission Program (Here Comes New Challengers: Bogor) yang kalian ikuti beberapa waktu lalu. Nah, kenapa di Bogor sih?

Ega: Sebenarnya kalau ada di Bandung juga sih ya kita sikat aja, tapi karena kebetulan dapetnya di Bogor jadi ya jalanin aja…

Nadhif: Kebetulan sih, gak direncanain, pokoknya karena kemarin ada yang buka open submission, yaudah masukin aja deh daripada teuing kamana gaada pergerakan, tapi ya alhamdulillah di Bogor,

Ega: Siapa tau bisa meluaskan pertemanan kan…

Turks and Caicos di Road to Soundrenaline Bogor x Sikat Sikut. (1)
Turks and Caicos di Road to Soundrenaline Bogor x Sikat Sikut. (2)

Jadi, kalian lebih senang dipanggil Band Bogor atau Band Bandung? Hahahaha.

Nadhif: Gua bingung sih, dipanggil Band juga udah seneng.

Apa Band Telkom?

Nadhif, Ega, Alvin: Nah mending itu deh hahahahaha.

Kembali lagi ke Submission Program (Here Comes New Challengers: Bogor) yang kalian ikuti beberapa waktu lalu, ada gak sih rekomendasi Band-Band finalis Submission Program tersebut dari kalian kepada kami?

Nadhif: Gluff sama Rasvala.

Alvin: Gluff dan Kelana.

Ega: Kelana, Rasvala, dan Gluff kalau dari gua.

Kedepannya udah ada rencana apanih kira-kira, EP mungkin?

Nadhif: Iya, dalam waktu dekat ini kita mau ngumpulin materi untuk EP, dan cari panggung sih…

Dengarkan single perdana mereka, “This Town” di: soundcloud.com/turkscaicos/this-town

    Konco's based collective media.

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade