RAJAKELANA Alur Bahadur EP Release Party.

Teks oleh: Ivan Rifqi, Dokumentasi oleh: Maha Fadillah.

Terbentuk di awal 2017, unit rock asal Bandung Rajakelana yang beranggotakan Teguh Rama (Vokal), Azi Akhbar (Gitar). Daniel Yedija (Bass) dan Naufal Jordie sebagai Drummer anyarnya akhirnya menggelar hajatan pertamanya dalam rangka perilisan Mini-Album yang bertajuk “Bahadur EP”.

Dengan berisikan 4 lagu berbahasa Indonesia, ternyata memiliki alasan tersendiri bagi Rajakelana. “Gak banyak contoh musisi rock asal Indonesia yang bagus tapi pakai lirik Bahasa Indonesia. Semenjak musik mainstream tanah air banyak lagu cengeng, masyarakat gak terbiasa dengerin lirik bagus, khususnya music rock. Hal itu yang mau coba kita mulai lagi, karena dulu Indonesia punya sejarah music Rock yang bagus” ujar sang vokalis, Teguh Rama.

TKP hajatan minggu lalu.
“Gak banyak contoh musisi rock asal Indonesia yang bagus tapi pakai lirik Bahasa Indonesia. Semenjak musik mainstream tanah air banyak lagu cengeng, masyarakat gak terbiasa dengerin lirik bagus, khususnya music rock. Hal itu yang mau coba kita mulai lagi, karena dulu Indonesia punya sejarah music Rock yang bagus”

Hajatan spesial yang bertajuk “Alur Bahadur” ini diadakan pada Minggu lalu, 21 Oktober 2018 lalu. Dengan dipilihnya Playhouse yang berlokasi di Jl. Gudang Selatan 22 Bandung, Rajakelana memberikan penampilan istimewa di hari perayaannya bersama CJ1000, Weekend Roll, Suarloca, Barats, dan Ijay Irawan.

CJ1000.

Gelaran acara yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB ini tidak hanya diisi dengan penampilan musik saja, namun Rajakelana juga mengadakan sharing session dan pemutaran film dokumenter.

Dibagi menjadi 2 sesi dengan break Maghrib, acara yang dibawakan oleh Pak Kepala Sekolah dan Bapak Linmas (iya beneran, MCnya pake seragam ala Kepala Sekolah dan Linmas) yang cukup menarik perhatian berhasil membuat crowd menjadi sangat interaktif.

CJ1000 yang menjadi penampil pertama, ditemani dengan video looping akang Pepsi Man yang berlari-lari kanan kiri sudah menjadi pembuka yang epik, lalu dilanjut oleh Weekend Roll dan Barats sebagai penutup sesi pertama yang gak kalah kompornya.

Jajan Merch.
Ijay Irawan.

Selain diisi oleh Suarloca dan Ijay Irawan yang meramaikan lantai dansa, di sesi kedua juga diadakan pemutaran film dokumenter dan sharing session dengan Rajakelana mengenai perjalanannya dalam penggarapan mini-albumnya.

Yang punya hajat, Rajakelana.

Dan penampilan pamungkas dari tuan rumah Rajakelana yang membawakan materi dari Bahadur, seperti Culas, Kesatria Pengembara, Marabahaya, Pegang Kendali dan tembang lainnya yang membuat penonton seperti bernostalgia kembali ke era 70-an. Meskipun terjadi kesalahan teknis sehingga listrik padam, namun tampaknya tidak membuat sang tuan rumah gagal memanaskan suasana.

Rakab gitar mangs!

Singkat cerita, di hajatan pertama Rajakelana sudah sukses membuat saya pribadi meninggalkan kesan tersendiri, terutama bagian Azi yang membakar gitarnya di lagu penutup yang super epik. Saya, mewakili keluarga bahagia Konco’s Club mengucapkan selamat dan sukses, Rajakelana!

Sekali lagi, Salam Sukses!