Konita
Konita
Sep 8, 2018 · 3 min read

The Greatest Achievement in My Life

Ketika seseorang ditanya apa pencapaian terbesar dalam hidupmu? tiap orang pasti punya jawaban yang berbeda-beda, entah menjadi prestigious scholarship awardee, menjadi lulusan tercepat dan terbaik dengan IPK 4, menjadi manager/direktur/CEO di usia muda atau apa pun itu, tiap orang pasti punya pencapaian terbesar masing-masing dalam hidupnya.

Lalu, apa pencapaian terbesar dalam hidupmu?

Movin on from mental illness — a simple answer yang mungkin bagi kebanyakan orang bukan sebuah pencapain. Yet, it’s something I am really grateful for.

  • Bisa keluar rumah dengan tenang tanpa tangan gemetar, dingin, berkeringat, dan deg-degan sepanjang waktu.
  • Bisa pergi ke supermarket, mall, restoran, instansi pemerintah, rumah sakit, klinik sendiri. Bisa naik transportasi umum sendiri, bisa order makanan minuman di restoran sendiri — I had never done all of those simple things by myself even for the simplest thing “order makanan di rumah makan”. I used to cover it up by asking my friends or anyone to accompany me. Terlihat konyol atau malah bodoh, unlogic . Kalah sama anak Sd, nggak malu sama anak Tk?
  • Bisa ngobrol sama orang lain — kenal maupun nggak kenal tanpa takut di-judge, bisa jadi diri sendiri tanpa cemas akan pandangan negatif dari orang lain. It turned out making friends is not scary.

I used to think I would be like I was before in my whole life. I couldn’t believe I made it this far. Nggak pernah kebayang sama sekali bakal bisa nyelesein sekolah sampai sarjana, bisa kerja, bisa tinggal sendiri di Jakarta bahkan dikasih keberuntungan sama Tuhan untuk kerja di Multinational Company — a person with minus low self-esteem (at that time) never dared to dream about it before.

Bisa ada di titik sekarang semuanya karena kebaikan dan keberuntungan dari Tuhan, butuh proses panjang yang nggak semudah membalikkan telapak tangan. Dan dari proses itu aku banyak belajar, belajar mensyukuri hal sekecil apapun, belajar menerima diri sendiri (self acceptance), belajar menghargai orang lain, belajar sabar, belajar menghargai proses, dan yang paling sulit belajar ikhlas — ikhlas sama apa pun jalan yang dikasih sama Tuhan, belajar bahwa berprasangka baik sama Tuhan itu penting.

God always has a reason for everything happened in our life. Jangan disesali apalagi diratapi. Let God make surprises!

Tuhan itu baik, Tuhan itu Maha baik bangeeeet. Jangan pernah merasa lemah karena selalu ada Tuhan yang menguatkan. Percayalah, Tuhan nggak akan pernah kehabisan cara buat menolong umatNya.

Feeling blessed and thankful for being who I am now. Turned out being able to live normally is amazing, hal sepele yang benar-benar harus disyukuri.

If I was asked “how did you feel?” I still can’t describe it with words.

But, if I was asked “how do you feel now?”

I will definitely answer: “I am beyond happy

I am beyond happy and eager to live my life with full of laugh, positivity, no need to worry about anything, no need to compare our achievement (or life) to others — as it never has it end. Everyone has their own, no matter how simple it is always appreciate ourselves, always appreciate every little step we achieve, always appreciate every struggle we’ve taken.

I am sure all the hardships we passed will make us strong and grow as a person.

Dear Allah SWT, thank you for everything ❤❤

Dear Self, thank you for all of your efforts. Be happy and be you ☺

    Konita

    Written by

    Konita

    write what you're feeling like nobody's reading

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade