Apakah Saya akan Mengajarkan Anak Saya Programming?

Mungkin. Tapi sebelum itu saya akan mengajarkan dia bagaimana berinteraksi dengan dunia, serta berpikir untuk memecahkan masalah. Bagi saya, programming itu adalah salah satu teknik untuk memecahkan masalah, namun bukan satu-satunya. Bagi anak kecil, nampaknya kegiatan yang melibatkan objek fisik yang tangible nampaknya akan lebih manusiawi, ketimbang duduk di depan layar dan mengetik (atau menghubungkan balok-balok).

Adalah fundamental bagi saya untuk mengajarkan anak saya bagaimana berpikir kreatif dan membuat sebuah solusi, entah itu dengan cara menyusun kayu, mewarnai, memanfaatkan benda-benda bekas, ataupun yang lain. Dalam hal ini, programming menjadi sebuah metode atau keterampilan tambahan, yang membuat dia bisa menyuruh mesin untuk membantu mengerjakan tugasnya. Rasanya jadi tidak fundamental kalau ini dipaksakan. Programming for the sake of programming. Makanya, nanti dia bebas mau milih akan jadi apa, tidak perlu jadi programmer juga. Mungkin saja dia bisa jadi dokter/arsitek/desainer produk/astronom tapi bisa ngoding.

Di masa depan, komputer akan semakin mudah diakses, dan akan banyak sekali abstraksi yang membuat semua orang bisa berdialog dan menyuruh mesin ini. Pada titik tertentu, mungkin saja anak saya akan tergugah untuk lompat dari sekedar pengguna, menjadi pembuat dengan medium tersebut. Dengan senang hati, saya akan membimbing dia. Namun sebelum itu, ada baiknya ia keluar rumah, bermain dengan tetangga lalu menjelajahi taman dan menemukan kadal yang suka lewat.

Like what you read? Give Adityo Pratomo a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.