Antara Aku,Sonya dan Tuhan.
Hari ini adalah hari pertamaku kuliah di semester 3. Kelasku selesai pukul 17:00. Dan keesokan harinya, aku mendapat jadwal kelas 11:00. Untuk itu aku berkomitmen, bila malam nanti anak Demeter (keamanan OMB 2017) ngajak untuk ngumpul, aku pasti akan join. Selain karna besoknya masuk siang, aku pikir, mumpung ini masih awal semester, tugas-tugas belum melanda.
Sesampainya aku di Dormitory , rasanya badan ini langsung melepas rindu dengan kasur yang sebenarnya tidak nyaman-nyaman amat. Dan tak kusangka, diriku tak bisa menahan untuk tidur.
Kuterbangun pukul 19:00. Aku merasa lega karna ini belum terlalu malam. Sebelum check semua notifikasi di hp, aku memutuskan untuk segera beli makan malam di kantin. Benar saja dugaanku. Beberapa menu sudah habis, hanya tersisa makanan yang tak pernah kubeli sebelumnya. Karena keinginan perut tak bisa dikompromi, akhirnya kubeli lauk yang tak pernah dibeli itu. Syukurnya sih rasanya lumayan.
“Sms kuyyy” kata Goris, salah satu anggota Demeter di group Line.
Hmmm, boleh juga nih. Akhirnya kumenanyakan siapa saja yang sudah join di SMS. Ternyata baru 5 orang. Itupun tak terlalu dekat denganku.
“Nanti gua kabarin ya Gor. Baru bangun soalnya kwwkwk” alasanku sambil berfikir-fikir.
Akhirnya hanya karna alasan “gak tau mau pake baju apa” kumemutuskan untuk mengingkari janjiku tadi siang untuk ikut kumpul bareng anak keamanan.
Teman sekamarku, Sonya, baru saja bangun. Ia tetap melihat lauk yang tersisa di kantin setelah kuperingati sudah hampir habis. Akhirnya dia tak membawa apa-apa dari kantin dan memakan oat yang dia punya.
“Kayaknya enak minum Thai Tea yang di pasmod” celetukku asal-asalan.
“Yuk ke pasmod! Gua pengen makan! Tadi oat gua gaenak, kemanisan” Jawabnya cepat
Sempat terbesit rasa bersalah dengan teman-teman keamanan bila aku menyetujuinya. Tapi aku ingin beli thai tea! Dan aku tau mau pake baju apa,karna aku tidak berganti baju (alias tetap pakai baju tidur). Akhirnya kita pun jadi ke pasmod. Karna jaraknya cukup dekat, ya sekitar 10 menit sampai, kita memutuskan untuk jalan kaki pulang-pergi.
Thai tea ku sudah terbeli. Perut Sonya pun sudah terisi dengan Ifumie. Saatnya kita untuk kembali jalan kaki pulang ke Dormi. Aku sempat meminta Sonya untuk menunggu 5–8 menit agar tak langsung jalan. Karena setauku, bila setelah makan berat langsung jalan, akan membuat perut sakit. Tapi, Sonya menyanggahnya. Ya sudah, berangkatlah kita menyusuri jalanan sekitar pukul 09:40.
Sepanjang jalan kita mengobrol, sambil was-was bila ada yang gangguin kita. Aku selalu punya bad feeling bila pulang jalan kaki malam-malam. Selain liat dari film-film, teman-temanku memang pernah digangguin juga. Persis sama setelah pulang dari Pasmod dan tujuannya juga ke Dormi. Beda jamnya saja. Tentunya mereka lebih malam. Namun, tetap saja!
“Kosong, yuk nyebrang.” Kataku pada Sonya, sambil terus menoleh kearah belokan yang ada di sebelah kanan.
Sudah ditengah jalan, tak diduga muncul MoGe (Motor Gede) dari arah kanan dengan kecepatan kencang. Aku dan Sonya berada di posisi kira-kira 12 langkah dari motor itu setelah belok ke arah kita. Dia langsung nge-rem dengan sangat cepat, sampai-sampai motornya hampir terjatuh. Entah kenapa aku malah diam dan tidak melanjutkan langkah? Akupun kesal sendiri. Posisi akhir motor itu berhenti tepat hanya berjarak 2 langkah dengan kakiku. Disitu, rasanya jantung berdetak lebih kencang. Tiba-tiba Sonya mengatakan bahwa ia merasakan hal yang sama.
Hari ini adalah hari pertamaku kuliah di semester 3. Aku mengingkari janjiku untuk ikut kumpul dengan keamanan dengan alasan mager. Aku merasa mengkhianati mereka karna ujung-ujungnya aku tetap pergi. Tapi aku bersyukur, hari ini aku diingatkan bahwa Tuhan selalu ada disetiap langkahku. Walaupun rasanya tadi pagi aku berdoa masih dalam keadaan setengah tidur, God is always with us. Protect us. Aku ga kebayang kalo tadi aku tertabrak, mungkin sekarang aku di Rumah Sakit? Mungkin sekarang kakiku mengalami cedera? Banyak yang mungkin. Tapi ada satu yang tak mungkin, Tuhan tak mungkin meninggalkan kita.
Salam cinta damai, -K
Ps: Aku juga jadi sadar, kalo kalian sering kesel, “kenapa di sinetron-sinetron kalo adegan tabrakan si calon korban malah diem dan teriak dan gak menghindar?” Guys, itu yang aku lakuin tadi, dan aku juga gangerti kenapa aku kayak disinetron itu. Bener-bener otak gak nyuruh kaki untuk ngelangkah menghindar, tapi otak hanya nyuruh sebut nama Tuhan. Dan aku selamat.
