
Aku melihatmu dipaguk sedih
Menanyikan dengan sendu senandung yang tak kupahami
Garis wajahmu yang menyembunyikan banyak emosi jiwa
Hari ini kau guratkan emosi yang tak mampu ku tepiskan
Sesekali kutanyakan pada diriku
Sesekali pada kepalaku,
Setiap kali pada setiap malam
Aku mengimajinasikan wajahmu yang tergores raut wajah bahagia
Jangan bersedih, pintaku yang tak kunjung kau dengar
Ku bisikkan dalam sepi setiap kali bertemu
Aku tak berucap sepatahpun, namun mataku berkata banyak
Lihatlah pada mataku, bahkan akan kau temukan
Seribu kata yang tak dibahasakan
kasih sayang yang enggan meminta balas
Ketulusan yang memandumu dalam kebingungan
Keikhlasan yang menyertaimu dalam kesibukan
Yang menggenggam jemarimu dalam gelap
Aku adalah sayang yang tulus bagimu
Satu macam rasa yang kau nantikan
Yang membuatmu sibuk mencarinya, padahal tak jauh darimu
Dan saat tersadar dalam kesibukan mencari, berbaliklah
Kau akan menemukanku yang sedang bodoh menunggumu menoleh