Segelas kopi penuh

Malam yang panjang, bibir mengepulkan asap

Mulut yang mengungkap banyak cerita sejarah sambil berbisik

Suaranya lirih, sepasang telinga seksama mendengar namun lupa mengedip

Bapak tua menyampirkan sarung di lengannya yang kurus legam

Ia hirup segelas kopi penuh, pelan

Mempermainkan rasa ingin tahu dimata seorang bocah

Anak kecil berkaki kurus

Merebahkan tubuhnya di pundak yang kurus

Tak bosan ia dengan legenda

Setiap dongeng berlalu, terduduk ia dengan lamunannya

Segelas kopi penuh disisakan untuk malam panjang penuh cerita

Apakah gerangan hal berharga itu?

Sungguhpun ia hanya punya cerita

“kelakkan kau ceritakan kepada anak- anakmu”

Anak kecil bermata cekung, angannya menggantung, cerita bapaknya selamanya ia renung