Mas-mas yang Iklas Bekerja Walau Aku Hanya Merepotkannya

Kukuh Kurniawan
2 min readNov 28, 2023

Kemarin aku bertemu dengan mas-mas yang iklas bekerja walau dia tau kalau aku hanya merepotkannya.
Pagi kemarin aku datang ke Banggeris untuk mengambil paket terpentingku bulan ini: iPad Air 5 dengan prosesor Apple M1. Sebenarnya ini adalah kepemilikan kantor, tapi mungkin karena ini adalah iPad inventaris pertama dan aku belum pernah pegang, makanya nggak sabar untuk mengambilnya.
Situasi gudang utama Samarinda pukul 8 sangat sibuk. Memang bukan waktu yang tepat untuk mengambilnya.
Driver membantu menurunkan barang, mas-mas kurir menyortir barang lalu mengarungkan paket sesuai kecamatan. Agak nggak mungkin kalau aku paksa mas-masnya untuk mencarikan satu paket atas namaku.
Jadi, aku pun pergi. Mungkin akan kembali ke gudang ini sore setelah kerja atau sekalian besok aja.
Tapi ternyata aku memang benar-benar nggak sabar menunggu besok. Aku datang lagi di siang setelah kerja. Mungkin sekitar pukul 3 sore.
Aku ketemu mas-mas berkaus campaign Shopee 11.11 Big Sale yang kebetulan berdiri di depan pintu gudang.
Pertama, permintaanku untuk ambil barang ditolaknya. Dia bilang pengiriman lagi penuh dan antrian masih panjang. Bahkan di lantai dua juga masih ada barang, katanya.
Ya sudah. Aku pun berencana menyerah. Apalagi paketku masih belum meleset dari estimasi yang disepakati.
Berikutnya datang lagi ibu-ibu menanyakan paket. Mas kaus Shopee 11.11 ini bilang, barangnya nggak bisa diambil. Tunggu saja di rumah. Kecuali nilai transaksinya di atas Rp 1 juta. Barang-barang itu akan dibedakan dan masuk dalam rak spesial bertuliskan “BARHAL” alias barang mahal.
Nah, di sinilah harapannya muncul. Aku coba menjelaskan kalau paketku ini harganya Rp 10 juta. Masnya pun ngecek dan benar.
Berikutnya, dia gigih mencarikan paketku. Dia cek paketnya sampai gudang jam berapa, juga minta tolong temannya untuk mengecek resinya pakai laptop back office. Menurutnya, paketnya pasti di sekitar sini.
Satu keranjang, dua keranjang dia bongkar. Nggak ada.
Dia bongkar lagi keranjang yang lainnya. Nggak ada juga.
Dia minta bantuan temannya untuk mencarikan paket atas nama Kukuh Kurniawan. Temannya pun kesulitan.
Muncul ide dari temannya untuk catat aja nomor hp ku. Katanya kalau ketemu akan dihubungi. Tapi mas-mas Shopee bilang jangan dulu, sudah tanggung.
Aku berdoa.
Lalu nggak berapa lama paketku pun ketemu. Alhamdulillah.
Untuk verifikasi lebih lanjut, dia memintaku mengeluarkan KTP untuk mencocokkan nama pemesan dan KTP ku. Untungnya benar.
Aku pun terima kasih banyak kepada mas-mas Shopee 11.11. Kucarikan warung terdekat dan kubelikan Teh Pucuk. Kuantar ke samping gudang tempat dia menikmati rokoknya sambil main HP. Oh, rupanya tadi aku menunda waktu santainya.
Bahagia rasanya ketemu sama orang yang bekerja ikhlas. Membantu yang kalaupun tidak, dia nggak melakukan pelanggaran. Kupikir karakter-karakter begini sulit dibentuk walaupun sudah diberi pelatihan.
Semoga mas-masnya sehat dan semakin sukses.

--

--