Kejutan Masa Depan

Buku jadul yang terbit tahun 1990an, pada saat buku itu terbit, situasinya belum relevan dengan situasi di Indonesia, 
 tapi menurut saya justru saat ini, buku ini pas sekali menjelaskan situasi dan dampak yang terjadi di Indonesia.

Tentang apakah ini ?
 Kejutan masa depan menjelaskan bagaimana perubahan yang sangat cepat sedang terjadi, mempengaruhi beban physic dan moral/bathin kelompok ataupun Individu. Individu / Kelompok komunitas yang tidak responsif atau terlambat memahami situasi yang sedang terjadi cenderung akan menolak perubahan, disinilah gangguan jiwa, kestabilan moral individu diuji, apakah akan mampu bertahan, mampu mengendalikan perubahan, mampu melihat dan memahami perubahan atau justru menjadi individu/kelompok yang mengendalikan perubahan.

Ketika membaca buku ini, banyak sekali tulisan/penjelasan/inspirasi yang membuka pikiran kita, yang akhirnya menjadi sedikit paham.

Bila satu orang saja individu yang mengalami gangguan jiwa akibat dihujani perubahan yang sangat cepat dan akhirnya tidak mampu menahan beban tersebut, individu ini akan menjadi gila dan mengganggu orang disekitarnya, sehingga perlu diamankan/rawat, Bila satu orang saja bisa merepotkan, bagaimana dengan satu kelompok/group/komunitas ?. kelompok/group/komunitas yang akhirnya menjadi gila karena tidak tahan , tidak memahami perubahan yang sangat cepat terjadi.

kelompok/group/komunitas yang dimaksud bisa saja suatu perusahaan, suatu korporate bahkan suatu negara. Bayangkan dampak yang terjadi untuk peradaban saat ini bila kelompok/group/komunitas mengalami gangguan jiwa.

Ambil contoh kasus yang relevan di Indonesa saat ini.

contoh kasus industri Bisnis.
 sebelum era Teknologi Informasi / internet datang, menjadi pebisnis itu harus memiliki networking yang luas, memiliki modal banyak, memiliki hard skill dan soft skill yang memadai, memiliki asset yang cukup banyak, untuk menunjang bisnis.
 Saat ini, setiap orang bisa mejadi pebisnis tanpa harus memiliki itu semua. networking bisa dibentuk sambil jalan karena ada resources internet/social media/email/online ads yang dapat diandalkan untuk membentuk networking. Tidak perlu memiliki asset karena dapat menggunakan prinsip sharing ekonomi. Hard Skill dapat dicari menggunakan outsources secara cepat, pebisnis dapat memilah mana bagian core/inti yang bisa dikerjakan sendiri dan mana yang bisa di outsource. Capital expenditure bisa menggunakan resources dari pihak ketiga dengan sistem sewa tanpa harus memiliki. Modal bisa dikumpulkan melalui pihak selain bank, bisa dengan Limited Partner. Venture Capital, Peer2Peer Lending, Koperasi bahkan Initial Coin Offering.

Siapa yang menjadi korban dalam kasus ini 
 Pebisnis mapan yang sudh bertahun-tahun hidup, tentu akan kaget sekali ketika melihat marketshare nya tiba-tiba turun secara drastis akibat datangnya pemain baru tidak terduga. Retail, Percetakan, Transport, Hotel bahkan Bank sudah cukup waspada mengenai trend penurunan ini.

Contoh kasus kehidupan sosial / budaya.
 Sebelum era Teknologi Informasi, Tokoh yang menjadi Role Figure biasanya adalah pemuka agama, orang tua, guru , tokoh senior. setiap kata yang keluar akan menjadi kebenaran absolut yang tidak bisa dibantah.
 setelah google datang setiap hari dilayar monitor, setiap orang kini bisa mempelajari apapun, membandingkan nasihat apa yang keluar dari tokoh role figure nya dengan tokoh lain. Mencari tahu dasar suatu teori yang sering diucapkan oleh role figure.
 Seketika itu juga, seseorang bisa terkaget-kaget mengenai apa yang dipercaya sebelumnya ternyata justru dianggap salah total oleh tokoh / teori lain. Individu punya pilihan lain untuk mempercayai atau tidak mempercayai suatu pandangan./ teori. Keyakinan yang selama ini dipercayai. Terjadinya penerimaan atau penolakan kepercayaan baru bisa berlangsung cepat dalam 1 malam ataupun melalui suatu proses, Intinya individu lebih terbuka dengan teori/pandangan lain.
 Proses penerimaan dan penolakan ini dapat menimbulkan perselisihan/benturan antara kelompok, baik yang mendukung secara ekstrim ataupun mendukung secara moderat.

Contoh kasus kehidupan politik.
 Sebelum era Teknologi Informasi. Politkus umumnya setia pada satu partai seumur hidupnya. memperjuangan ideologinya melalui partai yang memiliki satu visi. 
 Tapi itu dulu, sekarang di masa internet, Politkus yang tentunya manusia biasa, juga mengalami pergolakan bathin dalam mendukung atau menolak ide/kepercayaan/ideologi baru akibat banjirnya informasi yang dia terima, sehingga mengakibatkan idealismenya berubah menjadi idealisme yang bisa dikompromikan disesuaikan dengan kepentingan pribadi politikus tersebut.
 Tidak hanya indvidu yang berubah, tapi Partaikan bisa berubah akibat perubahan yang semakin cepat ini.
 Sistem politik pun kemungkinan tidak bisa mempertahankan diri beradaptasi dengan perubahan cepat ini.
 Kita tahu Politik dan Bisnis itu pasti berkaitan, bila dunia bisnis mengalami guncangan hebat. tentunya dunia politikpun akan berubah cepat juga. Tidak perlu heran bila masing-masing partai akan berubah sikap terhadap suatu issue permasalahan.

contoh kasus kepercayaan / agama.
 hmh…maaf saya tidak berani menjabarkan…. ini masalah sensitif… tapi sepertinya … di buku future shock ini dibahas juga… eh agama-mu u apa ?

kesimpulan:
 — sebagai individu, apakah kita siap menerima perubahan cepat radikal. mengganti value/nilai yang kita anggap salah selama ini menjadi value/nilai yang benar, dan sebaliknya melenyapan / membuang value/nilai yang kita yakini benar selama ini menjadi value/nilai yang tidak benar.
 — siapkah kita sebagai individu menerima individu/kelompok/group lain yang berbeda pandangan.
 — yakinkah kita sebagai individu yang dianggap tidak bisa menerima perubahan oleh kelompok lain , dianggap mengalami gangguan jiwa/mental akibat `future shock`. 
 — apakah kita sebagai kelompok yang senasib sedang mengalami gangguan jiwa secara bersama-sama / kolektif ?
 — apakah kita menganggap kelompok lain tidak dapat beradaptasi dengan perubahan cepat sebagai kelompok yang sedang mengalami gangguan jiwa massal ?

Coba deh dibaca…semoga bisa menambah wawasan… , mengurangi kebingungan, mendapatkan aha-moment tiap halaman, mendapatkan inspirasi permenit ketika membaca buku ini