Orang Tua dan Uang Kuliah

Setiap akhir semester gasal, Bunda selalu menghubungi saya untuk mengurus surat keterangan aktif mahasiswa di kampus. Surat ini penting bagi Bunda. Bunda bekerja sebagai PNS pengajar kelas satu di salah satu sekolah dasar favorit Salatiga. Dengan surat keterangan tersebut, Bunda mendapatkan tunjangan dari pemerintah sebagai insentif pendidikan keluarga. Tunjangan tersebut sangat membantu keuangan keluarga kami, meski tidak sebanding dengan biaya pendidikan selama satu semester. Apalagi selama empat semester saya kuliah di Surabaya, orang tua juga harus membiayai perkuliahan kakak saya di Semarang.

Seringkali hati Saya bersedih mendengar Ayah dan Bunda berhemat. Ketika akhir bulan Ayah dan Bunda hanya makan sayur hasil berkebun di belakang rumah. Pernah saya bertanya kepada orang tua tentang kerja sambilan untuk menutup biaya kebutuhan hidup. Orang tua tidak mengizinkan. Bagi mereka, membiayai kuliah saya dan kakak hingga sarjana adalah tanggung jawab. Bagitu pula ketika saya dan kakak berniat mendaftar beasiswa, Ayah dan Bunda juga tidak mengizinkan. Orang tua kami mengatakan masih mampu, seraya menegaskan, “beasiswa itu bukan hakmu, jangan mengambil kesempatan mereka yang kurang mampu.”

Kakak lulus tiga tahun yang lalu, kini bekerja di Yogyakarta. Sekarang hanya saya yang masih kuliah dan menjadi beban orang tua. Semoga saya dapat segera mengakhiri perjalanan kuliah di Surabaya.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Kuncara Hadi Wibowo’s story.