Hah? Osjur?
duta
Hah? Osjur? Loh kok kaya ginih? Lah kan aku masih TPB, gimana nih? Bingung melanda ketika baru saja kumasuki grup Cakra Persma 18. Loh bukannya aku masuk unit, bukan himpunan. Hasrat ingin tau yang kata anak gaol jaman now disebut “kepo” seketika muncul.
Ohhh, Orientasi Studi Jurnalistik to. Ups, logat jawa keluar. Lalu kulihat isi notes di grup “Line", acara diadakan Sabtu, 1 September 2018. Langsung cerita hari H ajah deh.
Osjur day-1- Aku datang osjur telat?!
Karna Osjur day-1 berbarengan hari apel, senam, dan kerja bakti di asrama, aku pun izin telat datang osjur day-1 dan bakal menyusul pukul 09.00. Akan tetapi, keadaan faktanya, aku telat 2 menit. Jadi, aku sampai lapangan sipil pukul 09.02. Sampai disitu, loh kok sepi?, Langsung saja aku buka gawai dan lihat pemberitahuan di Line. “Yang baru dateng, kumpul di depan Taman Kubus yah.”
Osjur day-1- Mobilisasi 1
Sebenarnya kata “mobilisasi” cukup jarang kudengar, barulah setelah ikut OSKM kata ini cukup familiar untuk didengar. Setelah dikumpulkan di depan Taman Kubus, para kaum “ikut tapi menyusul osjur” pun di ajak ke sebuah lapangan di daerah jalan Gelap Nyawang. Waktu sampai di situ, teman-teman sesama Cakra sudah mulai menulis “sesuatu”. “Sesuatu” itu lalu kami tulis juga di kertas A4. “Sesuatu” itu cukup rahasia untuk di ceritakan di sini. Trus waktu itu lah aku tau kalau acara Osjur ini berlangsung tiap sabtu selama 5 minggu. Jadi, masih ada 4 osjur lagi kedepannya.
Osjur day-1- Games dan Uang
Setelah dijelaskan beberapa peraturan tentang osjur, selanjutnya kami, Cakra 18, mengikuti permainan yang telah direncanakan Kru Persma. Hahahah, direncanakan.
Permainan dimulai dengan pembagian regu a.k.a tim, dilakukan dengan mengambil, eh menerima kertas berisi nama tokoh terkenal Indonesia. Pembentukan kelompok didasarkan atas latar belakang tokoh tersebut. Skip deh, jadilah kelompok, yeayy!
Permainannya adalah makan, makan ilmu dapat uang. Permainan ini dilakukan dengan menjelajahi ITB beserta empat pos misi di beberapa tempat. Di setiap posnya, kita dikasih pengetahuan seputar jurnalis, dan di tentulah di setiap pos ada tantangannya, supaya bisa dapat duit. Pengetahuan yang aku dapatkan di setiap pos sangat sangat baru. Aku jadi tahu apa itu jurnalis, undang-undang tentang jurnalis, kode etik jurnalis, bagaimana cara membedakan isu dan berita, bagaimana cara menyampaikan berita agar bisa menarik pembaca, organogram, visi, popope persma dan banyak lagi.
Osjur day-1- Tiba tiba sudah setengah hari terlewati
Kupikir permainan baru saja di mulai, ternyata sampailah tim kami di pos terakhir. Jadi cerita sampai disini aja yah? Eits tunggu dulu, ya kali acara persma selesai gitu doang, karna masih belum selesai acaranya, jadi aku lanjutin ceritanya. Setelah game selesai, kita diminta untuk menjaga uang hasil kerja keras kami dalam bermain, tidak boleh dibelanjakan karena memang tidak bisa digunakan untuk transaksi ke luar negara persma (baca: masyarakat umum). Selain itu, kami diberi waktu sekitar 30 menit untuk Ishoma, dan diharapkan untuk berkumpul kembali di gedung CAS.
Waktu Ishoma habis dan hampir semua cakra 18 sudah berkumpul kembali di gedung CAS. Lalu apa yang kami lakukan selanjutnya adalah bermain (lagi). Permainan ini cukup menyita tenaga karena harus berteriak, maksudnya semiteriak untuk mencari jawaban dari pertanyaan di selembar kertas yang kami terima. “Jurnalis harus bisa cari informasi dengan cepat,” begitulah esensinya. Pemenang dari permainan ini adalah George, sekaligus dinobatkan sebagai Miss world Persma 2018 a.k.a Ketua Angkatan Cakru 2018. Selamat George atas kesuksesan yang telah kau capai secepat ini dalam menempuh karir di ITB.
Osjur day-1- Journalizm dan Keadaan Jurnalisme saat ini
Setelah pemilihan ketua angkatan, mulai lah kita pada bahasan yang lebih berat. Journalizm, apa itu journalizm, bagaimana bisa jurnalisme itu muncul. Dikatakan bahwa semua orang mempunyai jiwa jurnalisme pada dirinya masing-masing. Maka, setiap orang harusnya tahu tentang tata cara menyampaikan sebuah berita sesuai fakta. Setelah itu dibentuk kelompok diskusi (berbeda dari kelompok bermain sebelumnya). Dalam diskusi tersebut, kami diminta untuk menelaah apa saja perbedaan jurnalistik sekarang dan zaman dahulu, solusi yang dapat kita lakukan untuk mengatasi permasalah jurnalistik masa sekarang. Setelah kami berdiskusi, setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok masing-masing. Dalam udara dingin, hujan, dan deru angin yang bergerak merasuki tulang, kami berusaha mempresentasikan hasil diskusi kami.
Osjur day-1- Tugas dan Lelang Hadiah
Setelah sesi diskusi selesai. Para Kru Persma memberi beberapa tugas untuk dikerjakan para cakru 18. Tugasnya rahasialah, tidak bisa ku ceritakan. Skip tugas, langsung ke acara mengasyikan lainnya. Apakah anda tidak ingin bertanya apa guna uang yang telah kami kumpulkan di permainan pertama? Sekalipun Anda tidak bertanya, tetap akan saya ceritakan. Uang keluaran negara Persma bisa kita gunakan untuk membeli sebuah hadiah dengan teknik pelelangan. Setiap kelompok bisa menawar harga setinggi-tingginya untuk membeli hadiah tersebut. Hadiah yang dilelang bersifat rahasia, sehingga lelang ini seperti permainan tebak tebak berhadiah. Mantap bukan?
Osjur day-1- Selesai
Selesai. To be continue
Coming soon! Osjur day-2!
Kurniati Laeli Munifah-16518150
