secangkir robusta

kabutku beradu dengan angin malam.

tertampar ombak dan mendayu sepi.

disisi jalan, gadis bergaun malam berdiri.

menunggu kekasih.

butuh berapa banyak diksi untuk membuat puisi ini terlihat indah?

warna tintaku yang hitam seakan tidak cukup untuk satu senyummu.

kopiku pekat. pekat.

bibirku masih merona merah. kadang jingga.

bekas lukaku masih sama.

karenamu.