Menerjang Blokade Kreatif Sebagai UI atau UX Designer

Lalu Triawanri Novianung
Nov 1 · 4 min read
Photo by James Pond on Unsplash

Saya sering merasa terhambat ketika memulai mencari inspirasi untuk sebuah desain, kasus ini banyak saya temukan ketika memulai mencari inspirasi untuk desain UI sebuah aplikasi. Berikut beberapa kendalanya :

1. Too Many Option!

https://dribbble.com

Sering kali ketika memulai untuk memecahkan ide atau brainstorming kita sibuk mencari inspirasi desain, tidak ada yang salah memang justru ini hal yang utama dalam mendesain aplikasi. Tapi terlalu banyak pilihan membuat kita mebuang banyak waktu luang, banyak sekali desain yang luar biasa diluar sana baik di Dribbble, Uplabs atau Behance, sehingga kita mulai kebanyakan insiprasi yang malah membuat bingung.

2. I Don’t Understand The Project

Inspirasi sudah banyak tapi sebenarnya kita tidak terlalu mendalami project apa sebenarnya yang dikerjakan. Dalam artian begini, pasti sebagai desainer kita paham project apa yang kita kerjakan, tapi sebenarnya kita harus mendalaminya terlebih dahulu. Contohnya apa visi misi dari project yang dikerjakan, bagaimana cara bisnisnya, riset apa yang sebenarnya user butuhkan dan lain sebagainya.

3. Clear Process

Sering bingun mau mulai dari mana? apakah saya setelah riset saya langsung eksekusi atau bagaimana, proses desain yang kurang rapi membuat lama pengerjaan pun tidak efisien. Sebagai contoh saja sering kali malah kita dahulukan mencari contoh landing page ketika mendapatkan project membuat landing page padahal ada hal yang harus dilakukan terlebih dahulu.

4. I Don’t Have Enough Communication Skills

Komunikasi adalah senjata utama para desainer, karena penyampaian ide, gagasan serta alasan kenapa bentuk button dalam UI yang anda desain begini menjadi hal yang penting, ketika mendesain sebuah UI pastinya ada kolaborasi entah itu dengan bos, client atau tech team. Kendala utama adalah ketika team developer menanyakan kenapa desainnya begini? kenapa tidak begini? atau bahkan ada developer merubah desain dengan tiba-tiba?

Dari empat kendala tersebut bagaimana cara mengatasinya?

Berikut beberapa cara saya mengatasi kendala di atas, ini hanya opini dan pengalaman pribadi saya saja, setiap orang punya cara berbeda-beda. Tapi saya rasa tujuannya tetap sama.

1. Have A Clear Process

Ini cara yang harus saya katakan di awal-awal karena proses itu menentukan hasil akhirnya.

  1. Jangan pernah mulai dengan tiba-tiba mencari insirasi terlebih dahulu, pahami dulu project apa yang di kerjakan, mulai dari siapa client-nya, bisnis mereka seperti apa? dan visi misi mereka bagaimana dan masih banyak dasar riset tentang UI Design yang nanti mungkin saya bahas di artikel yang berbeda. Karena dengan tahu hal itu terlebih dahulu bisa mempermudah mencari inspirasi desain, karena dengan otomatis kita mengurasi desain apa yang nantinya kita amati
  2. Perkecil area inspirasi anda, ini bukan berarti tidak mencari atau saya melarang untuk mencari inspirasi desain, tapi banyak kasus ketika kita sudah riset diawal-awal dan siap mulai bertarung di papan keyboard dengan keyword “Landing Page Inspirations!” dan BOOM! semua desain Landing Page yang cantik dan sempurna mulai bertebaran di browser anda, saking banyaknya yang cantik dan sempurna kita mulai bingung untuk memilahnya, ini bagus, itu bagus dan semuanya bagus! saya pilih yang mana nih? Setiap desain yang ada di dribbble punya tema, dan tujuan berbeda-beda, bagus jika sering dan banyak melihat contoh desain yang bagus dan cantik itu mempertajam intuinsi kita sebagai desainer, tapi alangkah lebih bagusnya jika kita mulai dengan mencari contoh desain yang lebih kecil lagi. Seperti contohnya “ Call to Action (CTA) Inspiration, Button design, fill form, Pattern” dan lain sebagainya, karena ibarat kata kita merangkai lego dari kepingan yang kecil-kecil untuk membuat kreasi yang autentik bagi kita. Ini melatih kepekaan terhadap detail komponen yang kita buat.

2. Belajar Jadi Pendengar dan Komunikasi yang Baik

Designer ibarat kata story teller dan pelajar yang baik, kenapa demikian? Dari kendala yang sering saya hadapi ketika berkolaborasi dalam membangun suatu aplikasi saya sering miss dalam menyampaikan gagasan desain terutama dengan tim developer, developer sering bertanya kenapa bentuk button-nya begini? saya kurang pandai dalam menjelaskannya, atau sering kali developer memberi saran untuk desain sering terlewat begitu saja oleh saya. Jadi saya belajar beberapa solusi diantaranya

  1. Komunikasi harus baik! Kita sudah meriset tentang apps, sebelum masuk ke tahap desain, harus kita komunikasikan dengan tim, bagaimana hasil riset dan bentuk desainnya seperti apa? apa ini munkin untuk dibuat, cari feedback dari team, entah itu PM, Stakeholder, Team Dev dll. Sehingga dari hasil feedback itu bisa dirumuskan solusi yang tepat.
  2. Menjadi pendengar yang baik! sudah saya katakan sebelumnya desainer itu harus berempati, mendengarkan kritik, atau saran kemudian berdiskusi, pendengar yang baik itu jika ada kritik terhadap desain anda dengarkan dan analisia kemudian berikan alasan kenapa anda melalukan demikian dan diskusikan dengan baik, nantinya akan ada saling tukar pikiran dengan baik, begitu pula dengan saran dari sekitar.

Kesimpulannya adalah mendadi UX atau UI desainer adalah tentang “ Stay Curious, Stay Foolish & Stay Hungry” — Steve Jobs. Karena kita harus penasaran dan peka terhadap sekitar kemudian menjadi pendengar dan pelajar yang baik.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade