Aku dan hidupmu

Kita adalah pentas seni. Penontonnya adalah malaikat. Aku bukan melantur, dicintaimu memang aku merasa cukup. Beruntung. Dan akan meminta kamu menjadi pendamping aku, melawan diriku sendiri. Tulisan-tulisanku kali ini tentangmu, tentang proses melupakanmu. Namun aku mencintaimu, pada dirimu dan caramu mencintai dirimu. Menjauh aku tak mau, berpisah tak ku harapkan. Pukul saja aku tapi jangan rusak hatiku. Semoga selalu kamu yang jadi satu-satunya kekasih semalam disetiap ku membuka mata dipagi hari. Semoga selalu kamu.

Bila suatu hari kau lupa ingatan, datanglah padaku, aku ingat banyak kebaikanmu. Kau disegala suasana, keadaan. Tapi pergilah sejauh mungkin, ke tiap hati yang berani kau tempati. Suatu hari nanti, mendengar namaku akan terasa bagaikan terancam mati. (z.f)

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.