Darah Kebebasan

Darah keluar tak henti, kala kau menampariku berkali-kali. Melahap habis keheningan membakar birahi bersamamu. Kala itu, saat bersamamu.
Ditemani hembusan nafas menggebu, meronta, memaksa, menghentikan, menggenggam, menampar, saling mendesah seperti bercinta, namun kali ini lebih dasyat.
Bersimbah darah, tapi tak terluka.
Diakhiri aku dan kamu, kita… berteriak dengan melempar tamparan dengan hentakan sangat tak kuasa dirasa.

Hapus semua fikiran kotormu saat ini.
Jika aku bertanya apakah aku masih mencintaimu? Akan aku jawab… masih.
Masa pada masa dimana nadi ini berdetak masih memanggil namamu.
Berhentilah berbicara aku akan menuntutmu setelah ini, atas sakit yang kau ulangi.
Aku akan membebaskanmu, sangat amat membebaskanmu.

Like what you read? Give sinner a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.