Pertemuan kali ini singkat saja

Aku mengingat bagaimana kau menyentuh wajahku dengan kedua tanganmu mengelap keringat diwajahku, mencium keningku dan membawaku ke bawah pendingin ruangan. Tinggi badanmu membuatku sulit memelukmu, mencium pipimu haruskah aku jingke?
Bidang sekali dadamu, membuat pagi itu terasa nyaman berada didekapanmu. Tersenyum ke arahku, begitu manis dan tampan. Sayang tak ada wangi apapun yang melekat dikamu. Tak apa.
Kau kecup habis wajahku, saat ku bilang ‘maaf aku harus segera pergi’ begitu bahagianya meninggalkan terlebih dulu.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.