Rasa yang tak sama.

Keterbatasan rasa, keterbatasan menyentuh.
Rasa yang baru untuk orang yang mungkin baru.
Tak masalah dengan rasa yang ada.
Kau bersamaku, menjalin kisah lain, cukup tak mengapa.
Dingin, redup, ketersakitan.
Selamat berdusta sayang, selamat berdusta untuk perhatianmu yang tak nyata.
Menyangkakah dirimu akan ada tulisan-tulisan selanjutnya tentang kamu.
Sayang, genggam tanganku erat, beri perjuangan untukku dan tidak untuk melepasku.
Rasakan hembusan nafas dan detak jantungku yang lebih cepat dari biasanya.
Lama sudah aku tak merasakan perasaan menggebu seperti ini, mungkin lamanya tiga tahun yang lalu saat semua itu dimulai dari pria lain.
Entah rasa apa yang sekarang menggelutiku. Ingin memilikimu? Ah tentu saja.
Namun, terasa tak mungkin mengulang kesalahan yang sama.
Aku tidak ingin jatuh pada kesalahan yang sama, jatuh yang sama dan rasa yang sama serta dari status yang sama.
Ku namai kau rasa yang tak sama.
Tetaplah bersama semesta yang selalu menyelamatkan dari berbagai masalahmu.
Teruslah bersujud dan tuntun dan sandingkanlah aku selalu dalam sujudmu.

Tertanda
Kekasih semesta.