Mari Sakit Hati Bersama Saya, Kita Serukan Kebodohan Kita Dibawah Telapak Yang Punya Benar

Larasati
Larasati
Aug 9, 2017 · 1 min read

Jikapun demikian mudahnya mempermainkan perasaanku
Ajari aku untuk tidak jatuh sepenuhnya
Jikapun semudah itu menjadi tidak apa-apa
Ajari aku untuk tidak jujur menyayangi

Jika ini misi balas dendam
Maka aku mati sampai ke akar
dan kamu, menang

Aku ingin mampu berlari setelah mematahkan kaki orang yang rela memberikan sepenuh hati, sepertimu
Suatu saat, ajari aku ya
Atau mungkin, nanti aku belajar dengan keadaan

Aku ingin mudah melupakan, dan membuang semua perasaan orang yang memberikan mu semua milik kehidupan, seperti kamu
Suatu saat, ajari aku ya
Atau mungkin, nanti aku belajar dengan waktu

Jika ini sebegitu mudahnya bagimu,
Maka hancurku adalah permainan yang kau menangkan tanpa ragu

Semoga suatu saat nanti,
Akan mampu ada orang lain yang mampu membahagiakanmu seperti yang kamu inginkan
Bahkan matiku saja, mungkin tidak memaafkan.
Hingga kau injak muka ku ditelapak kakimu dengan tawa yang menyayat setiap daging dalam tubuhku

Ini tulisan sakit hati
tulisan patah hati
Maka ngaur rima dan bahasa, tidak lagi menjadi hal penting.
Yang penting sakit hati ini tidak sendirian. Barang kali ada yang mau membagi sakit hati ini, mari sakit hati sama-sama.

Kita pernah salah dan menyakiti seseorang pula, apakah benar menjadi mainan untuk mencapai kepuasannya akan menjadi tidak apa-apa?

Kamu menjadikannya dunia kamu,
Lalu dia, menjadikanmu alas pijak mencapai yang lebih tinggi
Kamu lebih kecil dari debu di dunianya
Jadi jangan berharap seluas samudera, karena karangnya saja lebih besar dari harapmu.
Mari gila sakit hati. Yang penting tuan pemilik segala benar bahagia, biar saya saja yang mati sakit hati.

Larasati

Written by

Larasati

Saya menari dalam kata-kata terkadang saya jatuh lalu tenggelam dan mati, berkali-kali.