Cara Memilih Dokter Jerawat dengan Tepat

Dokter jerawat atau yang biasa dikenal dengan dokter spesialis kulit harus dipilih secara bijak. Dokter jerawat dan perawatannya mempunyai efek yang akan berbeda pada tiap orang. Untuk itulah selalu berkonsultasi terlebih dahulu untuk menentukan dokter yang terbaik. Tindakan estetik relatif tidak murah dibandingkan terapi medis lainnya. Selain itu, harga yang mesti dibayarkan bukan hanya sekedar jumlah nominal uang, namun yang lebih penting daripada itu adalah risiko-risiko yang terkait daripada prosedur-prosedur estetik bila tidak dilakukan secara benar. Sebagai calon klien (atau pasien), Anda harus bijaksana dalam mengambil keputusan.

Tidak hanya dokternya saja yang perlu Anda perhatikan, tetapi klinik tempat dokter tersebut praktek. Bila Anda tak ingin hal buruk terjadi pada wajah Anda, cermati pemilihan klinik kecantikan dengan cara sebagai berikut.

Pertama, Kecakapan Tenaga Ahli. Cari tahulah mengenai klinik yang akan Anda pilih, Anda bisa melakukan riset sederhana menggunakan internet mengenai klinik dan dokter ahli kecantikan tersebut. Pastikan bahwa testimoni setiap pelanggannya puas dengan perawatan di klinik yang Anda tuju. Perhatikan juga akreditasi dokter yang akan menangani Anda dan jangan segan bertanya kepada pasien lain atau dokternya mengenai sertifikasi, prosedur dan hasilnya.

Dokter jerawat yang baik juga harus dilihat dari segi tarif. Uang tak pernah bohong, bagaimana pun perawatan kecantikan memang tidak murah. Maka coba bandingkan harga beberapa klinik dengan jenis perawatan yang sama, bila ada klinik dengan harga yang jauh lebih murah dengan perawatan yang sama. Anda patut waspada, rendahnya tarif dapat berkaitan dengan keahlian dan pengalaman tenaga ahli di klinik tersebut. Selain itu, kualitas peralatan dan obat yang digunakan juga mempengaruhi harga, pastikan setiap produk yang akan digunakan lulus uji klinis internasional FDA (Food and Drugs Administration). Jangan ragu untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli di klinik tersebut. Sebisa mungkin, hindari dokter yang menyerahkan sesi konsultasi pada perawat atau asistennya.

Ketiga, sesuai prosedur. Setiap tindakan yang akan diambil, seorang spesialis kulit wajib melakukan pemeriksaan riwayat medis dan kondisi pasien secara umum dan menyeluruh. Kita juga perlu paham bahwa dalam setiap tindakan harus ada surat persetujuan medis yang ditandatangani oleh dokter dan pasien. Pastikan dokter spesialis kulit memeriksa kondisi fisik dan kesehatan kita terlebih dulu. Juga membuat persetujuan medis. Selain itu, sebagai pasien yang baik, jangan pasrah saat diberikan obat. Tak ada salahnya memeriksa sertifikasi dari BPOM. Tanyakan pula mengenai kandungan, prosedur dan efek sampingnya.

Dokter jerawat juga dapat dipilih dengan langkah keempat, yaitu kondisi klinik. Kebersihan dan suasana klinik juga tak boleh kita lewatkan. Sebab, ini mencerminkan profesionalitas pelayanan. Perhatikan sekecil-kecilnya, hingga masalah seperti apakah ada debu pada sofa tamu, atau apakah dokter atau perawat memakai sarung tangan saat menangani pasien.

Selain memilih dokter spesialis kulit dan kliniknya saja yang harus diperhatikan, tetapi juga tentang pemilihan kosmetik yang akan Anda gunakan sehari-hari. Asal Anda tahu, bukan hanya kosmetika riasan saja yang dapat menimbulkan efek negative pada kulit, kosmetika kulit pun dapat menimbulkan kelainan pada kulit jika kurang baik bahan-bahan dan cara pembuatannya. Untuk membuat kosmetika yang aman, ada beberapa factor yang harus diperhatikan, yaitu:

Tujuan pemakaian kosmetika itu, apakah untuk iklim panas atau iklim dingin. Apakah matahari bersinar terik atau tidak. Apakah lingkungan sekitarnya panas kering, panas lembab atau dingi kering (seperti Amerika dan Eropa). Serta bagaimana jenis kulit Anda.

Pemilihan bahan baku yang berkualitas tinggi dan tidak berbahaya untuk kulit dan tubuh. Yaitu yang tidak menimbulkan iritasi, alergi, fotosensitisasi dan lain sebagainya.

Pemilihan zat pewarna dan zat pewangi yang tidak menimbulkan reaksi jika terkena sinar matahari (no fotosensitif).

Cara pengolahan yang ilmiah, modern dan higienis.

Harus dibuat pH seimbang (pH-balanced).

Pengujian klinis hasil-hasil produk sebelum disebarkan kepada masyarakat.

Pemilihan kemasan yang baik yang tidak merusak produk dan kulit pemakainya.