Api

“Kamu selalu marah dan aku selalu suka.”

Api unggunku tidak pernah berhenti berkobar. Di sini, kamu bisa menghangatkan diri. Jangan terlalu dekat, aku peringatkan. Nanti kulitmu terbakar, lebih parah lagi perasaanmu ikut mengasap.

Api unggunku muncul percikan-percikan kecil. Supaya tetap membuatmu merindukanku. Aku harap cahayaku bisa membuatmu menari di sekitarku. Mengambil semangat tubuhku yang membumbung ke udara. Mengirimkan sinyal-sinyal cinta ke bawah balutan kemeja dan rompi abu-abumu. Biarkan keningmu bergulir peluh, lidah apiku akan mengeringkan itu. Agak menyengat, tetapi perasaanku tetap sama. Tetap utuh.

Sering malam-malamku dingin dan tubuhku tidak berguna serta pikiranku lemah. Kamu kemari, mencium tengkukku dan melumat bibirku kemudian badanku menggelora. Jangan pergi, raba aku…

aku ingin menjadi api yang tak pernah padam untukmu.