Prosa pendek.

Aku tidak tahu judul yang akan kuberikan untuk cerita ini. Apalagi cerita-cerita yang akan datang. Aku tidak mau menamai percakapan-percakapan ini ataupun percakapan-percakapan yang akan datang. Aku hanya ingin merasa pengap dalam sempitnya waktu malam. Sebab, ternyata malam lebih cepat berlalu ketimbang siang dan aku benci bolak-balik melirik jam dan aku lebih benci pada mataku yang perlahan sayu ingin ditidurkan.

Aku tidak tahu kau suka kopi yang seperti apa, teh yang seperti apa, rotimu dibakar seperti apa… tapi kalau ternyata jawabannya membosankan, maka kita akan menjadi orang paling membosankan di dunia yang penuh dengan manusia-manusia bak ikan mati.

Aku tidak mau tahu akhir dari jalan ini apa. Aku hanya ingin menyusurinya berdua denganmu. Mencari tahu ujung jalan ini, berdua denganmu.