Ibu,Ayah! Aku Diterima di STAN!!!
Soekarno-Hatta International Airport, 8 Agustus 2018
Here I am! Ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki di SHIA ini. Setelah mendapat info kalau aku lolos dan lulus SPMB PKN STAN 2018, aku langsung segera cari tiket pesawat untuk 3 orang : aku, ibuku, dan adikku, mereka berdua ikut mengantar sekalian berlibur.
Yap. Fortunately, aku diterima di pilihan pertama, yaitu DIII Pajak. Daftar ulang untuk prodi DIII Pajak sendiri dilaksanakan tanggal 9 Agustus 2018. So, my mom told me, “Beli tiket pesawat tanggal 8 aja. Jangan naik kereta. Bawaannya banyak, mending ditaruh di bagasi.”
OK. Tiga tiket pesawat Abd. Saleh — SHIA sudah dipesan!
Apa yang ada di benak kalian saat mendengar kata ‘Jakarta’? Ibukota. Macet. TransJakarta. KRL. Dan yang terakhir, PANAS! Ya ampun, di sini panas! Tidak sesuai ekspektasiku. Jelas aku kaget karena harus pindah dari kota daerah dingin (re : Malang, yang suhunya sempat 14 C) ke Jakarta (kisaran 30 C).
Indekos, 9 Agustus 2018
Saatnya daftar ulang! Daftar ulang dilaksanakan di gedung Student Center PKN STAN. Kata kakak tingkat, kalau ingin dapat antrean daftar ulang saat awal, minimal harus mau datang saat Subuh. Sementara, aku datang jam 6 pagi. Alhasil, aku dapat antrean 637, kalau tidak salah. Bahkan saat aku baru sampai di area SC (Student Center), sudah banyak yang datang dan membuat antrean sampai mengular ke belakang gedung.

Apa itu SC Tiben, SC Kalmong, dan sebagainya? Itu nama area di sekitar SC. Di depan SC (selatan) ada SC Tiben (Tiang bendera). Di sebelah barat ada SC Sarmili dan timur ada SC Kalmong dan di sebelah utara (belakang) ada SC Ceger. Dinamakan seperti itu karena daerah penduduk di samping kanan kiri dan belakang STAN ada daerah penduduk bernama Sarmili, Kalimongso, dan Ceger.
OK, next! Antrian begitu panjang dari SC Tiben, melalui SC Kalmong, hingga ke SC Ceger. Aku yang datang jam 6 saja dapat nomor 600-an. Menurut info yang kudapat, yang dapat nomor antrean pertama itu datang ke SC pada pukul 2, padahal. Pengambilan nomor antrian baru dibuka pukul 8.
Sambil menunggu dipanggil sesuai antrean, aku dan beberapa temanku (bahkan ada yang baru kukenal) berjalan-jalan di sekitar kampus dan mengecek berkas daftar ulang bersama-sama. Kami juga menyempatkan berfoto di air mancur PKN STAN yang menjadi spot foto terkenal mahasiswa STAN.
Akhirnya, setelah lama menunggu, sekitar pukul 11 kami masuk SC untuk melakukan daftar ulang. Yay! Di dalam, kami mengikuti prosedur yang telah diperintahkan, ada pengecekan berkas, foto KTM, dan diperkenalkan tentang organisasi jurusan serta organisasi keagamaan.
Indekos, 17 Agustus 2018
Aku jatuh sakit! OK, ini memang wajar karena aku juga butuh adaptasi di tempat ini. Seharian aku tidur di kamar berharap pusing di kepalaku hilang. Aku juga mulai batuk dan pilek. Padahal…
“Kak, kok banyak orang-orang berkeliaran beli dan bawa asturo, ya?” kata Ibu yang baru pulang dari minimarket.
“PENUGASAN PERTAMA DINAMIKA!” Aku langsung mandi, makan, dan mengecek HP. Ada pemberitahuan Line dari OA Dinamika PKN STAN 2018. Ternyata, sejak pagi jam 5 sudah ada pembagian kelompok dan gugus. Sementara ini sudah jam 10.
Sekedar informasi, Dinamika(Studi Perdana Memasuki Kampus) merupakan kegiatan pengenalan kampus di PKN STAN yang wajibdiikuti oleh. Kalau di universitas lain, biasa disebut ospek. Dinamika ini tidak boleh dilewatkan sedikitpun oleh maba-miba, karena ini menjadi syarat yudisium nanti. Selama kurang lebih 8 hari lamanya kami mengikuti kegiatan Dinamika 2018 yang indah untuk dikenang, tapi tidak untuk diulang. Hehehehe.
(kegiatan lengkap Dinamika tidak diceritakan penulis demi menambah rasa penasaran pembaca)
Selanjutnya, kami para maba-miba wajib ikut kegiatan Capacity Building. Ini semacam kegiatan pembentukan karakter maba-miba selama di kampus PKN STAN yang dilatih langsung oleh Kopassus. Pada kegiatan ini, kami dibagi menjadi 4 batch. Setiap batch memiliki kelompok-kelompok yang akan dibagi menjadi 4 batalyon yang akan melaksanakan Capacity Building selama 2 hari. Jadi, total hari kegiatan Capacity Building adalah 8 hari. Kami diajari PBB, cara melipat bendera, PPM (peraturan penghormatan militer), PUDD (peraturan urusan dalam dinas), dan lain sebagainya.
“Wait, jelas aja diajari militer, makanya STAN disebut kampus semi-militer”
Anggapan kalian salah. PKN STAN itu kampus keuangan, bukan militer. Alasan kami diajari militer agar kami mengerti bagaimana hidup seperti di dunia militer, bukan menjadi bagian dari militer tersebut, karena tata cara hidup di dunia militer pasti mempunyai tujuan dan manfaat yang baik yang patut dicontoh. Misalkan saja, baris-berbaris mengajarkan untuk tertib dalam segala hal, PPM mengajarkan saling menghargai dan menghormati orang yang lebih tua, dan PUDD mengajarkan untuk meningkatkan jiwa bela negara dalam diri kita.
Dan yang paling menyenangkan dari Capacity Building ini, para siswa (sebutan untuk maba-miba saat kegiatan) diberi snack pagi & sore juga makan siang dari pelatih (sebutan para Kopassus yang ditugaskan melatih kami selama kegiatan ini). FYI, para pelatihnya humoris semua, kok. Jangan takut tapi jangan kelewatan juga kalau bertindak ;)
Here is the end of the story! Salam dari Bintaro!