Kadang saya mikir “apa mati aja ya?”

leoaveiro_
Jul 24, 2017 · 3 min read

bukan karena depresi atau karena komputer saya gak kuat buka Photoshop lama-lama, ya kadang saya merasakan depresi berat, dan beberapa waktu yang lalu saya baru saja melewati masa paling anying dalam hidup saya sejauh ini. tapi bukan itu alasan “apa mati aja ya?” muncul dipikiran saya.

sebenarnya pemicu utamanya adalah video TedX yang saya tonton beberapa bulan lalu mengenai Free will. intinya, free will atau kehendak bebas itu bisa jadi dan kemungkinan besar memang tidak ada. Kita, manusia, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan mesin pengacak angka. mesin pengacak angka terlihat acak dan tidak bisa diprediksi, namun sebenarnya jika kita memahami algoritma dibalik mesin tersebut, kita bisa memprediksi angka apa yang akan muncul selanjutnya, persis seperti manusia. hanya saja manusia tidak dikendalikan oleh algoritma melainkan hormon dan aktivitas otak, riset terbaru mengatakan bahwa pikiran dan keputusan manusia dipengaruhi oleh aktivitas kimiawi yang terjadi dalam tubuh bahkan sebelum pikiran dan keputusan itu ada, hal ini diketahui dari adanya aktivitas otak dengan pola tertentu yang dapat dideteksi ketika seseorang, katakanlah, mengangkat tangan nya. (tolong jangan dibully kalau saya salah, saya gak baca.)

videonya cari sendiri ya, males ngasi link.

PLUS, seberapa kuat pun seseorang mampu mengangkat beban, pasti ada orang lain yang lebih kuat. seberapa hebat pun saya menggambar, pasti ada orang lain yang lebih hebat. Seberapa kaya pun saya, masih ada Bill Gates. pada akhirnya semua yang kita lakukan kagak ada artinye karena kita cuma mengejar cahaya di ujung lorong yang gak ada batasnya. abis itu mati deh. alone in the dark. membusuk. jadi pupuk.

Nah jikalo sudah begitu, ngapain?

iya

ngapain?

ngapain capek-capek lembur membahagiakan si bos?

ngapain capek-capek begadang ngerjain gambar?

ngapain kita capek-capek berusaha jadi manoosya sookses kalau ujung-ujungnya kesuksesan, kegagalan maupun ketololan kita itu diluar kendali kita? kepintaran hanya privilese dan ketololan hanya bad luck aja karena dilahirin kayak gitu.

apa artinya hidup ini? apa gunanya kita hebat?

gak tau ya. yang jelas saya gak mau ngomong:

oh kalo tujuan dan arti hidup itu lo cari sendiri men, pokoknya cari apa yang lo cinta, dan kejar itu sampe lo dapet

karena manusia gak perlu lah punya tujuan hidup, banyak yang survive tanpa tujuan hidup. yang dibutuhkan adalah kemampuan berkompromi dan beradaptasi. karena tujuan hidup saya tahun ini bisa aja berubah jadi jalan menuju kehancuran saya beberapa tahun kedepan.

lagian kalo udah dapet yang dicinta lantas tujuan hidup lo ilang gitu? saya percaya semua manusia harus berhenti pada satu titik, gak bisa selamanya kejar sesuatu.

pada akhirnya “apa mati aja ya?” yang dipicu kesadaran bahwa hidup saya bukan kendali saya lewat begitu saja, saya kembali ke hidup saya yang fana dan penoeh ambisi menjadi artis. tapi yang jelas video tersebu menyadarkan saya untuk menjadi lebih baik terhadap sesama manusia dan tydac sombong, karena semua ini, semua yang kita alami dan orang disekeliling kita, cuma produk dari kebetulan dan keadaan. gak ada hak untuk menghakimi maupun menjady shombhong.

mungkin gampang lupa dan susah fokus itu termasuk evolutionary advantage ya?

maap tulisan nya jelek. namanya juga manusia.

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade