Cara Mengatasi Anak Susah Makan Yang Paling Ampuh

Masalah gizi masih jadi perhatian bagi tenaga kesehatan, terutama oleh orang tua pada anaknya. Masalah gizi masih sering terjadi pada anak-anak. Tentu masalah gizi ini tidak lepas dari berbagai faktor. Salah satu faktor penyebab masalah gizi adalah kebiasaan anak yang sulit makan. Banyak orang tua yang memiliki balita dengan gizi kurang atau buruk yang menyebabkan postur tubuh sang anak menjadi tampak kurus. Hal ini disebabkan karena balita mengalami sulit makan.
Oleh karena itu, banyak orang tua yang perlu mencari tahu penyebab anak menjadi sulit makan. Hal ini bertujuan agar gangguan makan tersebut dapat segera diatasi. Selain berkonsultasi dengan dokter, berikut ada beberapa cara mengatasi anak susah makan yang bisa dilakukan oleh orang tua.
1. Obati Penyakit Mulut
Beberapa penyebab anak sulit makan adalah adanya gangguan pada sekitar mulut atau tenggorokan. Hal ini bisa disebabkan misalnya anak mengalami sariawan atau mungkin radang tenggorokan. Sariawan membuat bagian bibir terasa perih, sehingga anak menjadi malas untuk memasukan makanan ke mulut. Sedangkan gangguan tenggorokan dapat menyebabkan anak bisa mengalami muntah akibat rasa tidak nyaman ditenggorokan saat makan. Oleh karenanya, mengobati penyakit yang ada dapat mengembalikan pola makan anak.
2. Mengganti Jenis Makanan
Bila anak sudah dapat mengkonsumsi makanan tambahan, terlebih lagi dengan makanan padat, maka orang tua bisa melakukan berbagai perubahan variasi menu makanan untuk anak. Hal ini juga berguna juga untuk mencegah kebosanan atau rasa jenuh terhadap jenis makanan yang dikonsumsi secara monoton. Untuk bayi yang masih mengkonsumsi bubur, dapat diberikan campuran variasi sayuran dalam buburnya. Untuk anak lebih besar bisa dengan mengubah jenis-jenis masakan atau jenis-jenis lauk padatnya.
3. Berikan Makanan Tambahan
Balita mulai dapat diberikan makanan tambahan atau disebut makanan pendamping sejak usia 6 bulan. Selain sebagai tambahan untuk memenuhi gizi, hal ini juga berguna untuk meningkatkan nafsu makan balita sejak berusia 6 bulan. Sebab jika hanya berharap pada pemberian Asi atau susu formula, maka tidak akan memenuhi kebutuhan gizi bayi. Selain itu bisa saja bayi juga merasa bosan karena terus menerus hanya mengkonsumsi Asi atau susu formula. Makanan tambahan bisa diberikan mulai dari makanan lunak atau bubur saring hingga semakin meningkat menjadi makanan padat seiring semakin bertambahnya usia. Umumnya hingga anak berusia 5 tahun, seharusnya bayi sudah dapat mengkonsumsi makanan padat biasa.
4. Biarkan Anak Bereksplorasi Saat Makan
Umumnya anak akan sulit jika dalam satu waktu hanya dipaksa untuk makan. Sifat balita adalah suka bermain termasuk dalam situasi makan. Beberapa anak justru ingin menyendok sendiri makanannya. Hal ini tidak ada salahnya membiarkan anak melakukan hal tersebut. Walaupun terkandang orang tua merasa khawatir bahkan makanan tidak akan dimakan seluruhnya, melainkan akan banyak terbuang. Hal ini tidak dapat dihindari, sebab beberapa anak justu tidak mau makan bila keinginannya tidak terpenuhi. Oleh karena itu, berikan kesempatan pada anak untuk mengeksplorasi sendiri keinginannya saat makan. Namun orang tua perlu mendampingi atau mengawasi dan meyakinkan bayi agar tetap mau makan.
5. Kurangi Gangguan Saat Makan
Hal ini terjadi pada beberapa atau sebagian anak. Mungkin hal ini tebalik dengan poin sebelumnya. Kadang beberapa anak justru memang tidak dapat diganggu konsentrasinya saat makan, termasuk bermain sambil makan. Pada anak dengan kebiasaan seperti ini, maka sedikit menguntungkan bagi orang tua. Namun saat memberi makan, anak perlu ditempatkan pada tempat yang tertutup. Hindari memberi makan anak ditempat yang dapat mengalihkan perhatiannya. Seperti ruang tv, ruang bermain, atau tempat keramaian. Sebab jika perhatian akan teralihkan, maka sulit untuk membujuk anak untuk makan kembali.
6. Jangan Terlalu Memberi Banyak Minum Sebelum Makan
Umumnya anak suka minum saat makan. Terlebih lagi bagi balita yang masih menyusui. Sebaiknya, sebelum memberi makan anak jangan memberikannya terlalu banyak minum air putih atau susu. Sebeb jika anak terlanjur minum, bisa saja membuat anak menjadi mudah kenyang karena perutnya telah terisi banyak air. Oleh karena itu jika tiba jadwal makan, maka sebaiknya pemberian minum bila perlu diberikan setelah makan. Namun jaga anak agar tidak tersedak saat makan.
7. Perlihatkan Cara Makan
Salah satu kemampuan atau aktivitas kesukaan anak adalah mengikuti tingkah laku atau mencontoh aktivitas orang tuanya. Oleh karena itu, pada anak dengan kebiasaan malas makan maka orang tua perlu mencontohkan cara makan atau mempraktekkan makan di depan anak. Buatlah peragaan tersebut menjadi menarik bagi anak balita, sehingga dirinya tertarik untuk mengikuti apa yang kita lakukan termasuk saat makan.
8. Suplemen Tambahan
Jika anak anda sudah berusia 1 tahun, pemberian suplemen tambahan bisa dijadikan alternatif agar nafsu makan anak meningkat. Seperti vitamin penambah nafsu makan anak. Namun saat ini sudah semakin banyak produk suplemen penambah nafsu makan anak terjual bebas di pasaran atau toko-toko online. Tentu hal ini akan membuat bingung para orang tua dalam mencari produk mana yang paling ampuh. Kami rekomendasikan madu antariksa agar anda tidak bingung lagi dalam mencari suplemen penambah nafsu makan anak.
Kenapa madu antariksa, karena madu antariksa dapat meningkatkan nafsu makan anak. Madu antariksa mengandung 4 bahan alami yaitu madu, temulawak, albumin, dan gamat emas. Nah tunggu apalagi silahkan buktikan sendiri manfaat dari madu antariksa ini. Sudah banyak pelanggan kami yang merasa puas akan hasil yang dibuktikan oleh madu antariksa. untuk pemesanan silahkan hubungi nomer di baawah ini.

