Narasi Pagi.

Kelak jika kau pergi suatu hari nanti, pastikan kepergianmu bukan karena menyerah kalah. Pastikan kau tidak lari dari masalah yang memberimu gelisah. Pastikan kau melangkah dengan keyakinan bahwa kau tak akan salah arah.

Lalu pulanglah juga, saat tiba waktunya. Kembali pada kedua tangan ibumu yang selalu menengadahkan doa, kepada kamar kosong di belakang rumah tempat buku-bukumu tersimpan rapih oleh rahasia, juga pada teduh mata lelaki yang tak pernah mengikat sayapmu pada lengannya.

Bagimu kemenangan adalah ruang semai yang menunggu bersama secangkir kopi yang diseduh dan suara tawa dimana cinta adalah hujan yang menyuburkan bunga-bunga tidur. Dan akhirnya kau mengerti betapa benih yang kau bawa pergi hanya rela tumbuh di tempat terbaik pilihan hatimu memijakkan kaki untuk berdiri.

Kelak, di tanahmu sendiri.