Resonansi Rindu.

Kesedihan itu memuncak ketika titik temu itu buyar, dan perasaanmu hanya dianggap semak belukar — dipangkas tegas, tak lagi berbekas. Dia yang terbangun di pagi hari tanpa perlu merasa dicintai. Setumpuk harapan dipatahkan ruang, rasa sayang hanyalah endapan emosi tak bertuan, kekecewaan meluas hingga hampir tak lagi ada yang dapat dibahas.

Aku, kau dan cerita ini tidak berhenti disini.

Aku, kau dan kita hanya perlu lebih saling mengerti, berbagi mau, tahu sama tahu. Aku, kau dan kita hanya perlu berbicara dalam gelombang yang sama, melayang di dalam dengung yang sendu, bernama resonansi rindu.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Srikasih Febriyanti’s story.