Jangan Rasakan Ini

Setiap hari aku ingin merobek namamu di kepalaku

Bersama bahagia juga kecewa pun kenangan yang kita penyebabnya

Aku ingin mencabut namamu yang terlalu subur di pikiranku

Dengan hama perih dan suka yang kusimpan

Kau tahu, aku benci untuk menahan derai hujan di mataku

Tetapi aku tak mau kalah telak walau hanya aku yang tahu

Lalu aku akan kembali menikmati detak jantungku berkejar-kejaran

Kemudian hilang yang kutahu akan hadir lagi, sama sepertimu

Baiklah, aku mencintaimu terlalu banyak

Terlalu sering sehingga semua keinginanku hanya bisa kutulis

Aku memikirkanmu terlalu dalam, sedalam kau memberikan tempat untuk segala harapku

Namun kau hanya sebatas ujung jemariku, tak pernah benar-benar kugenggam walau kau bahkan pernah memeluk

Aku tak ingin kau merasakan ini;

Seperti yang lekat kulalui setiap detik saat kau berusaha memecah rindumu terhadapku lantas tak memberiku ruang untuk memecah rinduku kepadamu sampai tuntas

Seperti pertanyaan yang tak pernah absen menghantui “apakah kau juga mencintaiku?” dengan jawaban yang tak pernah kutemukan kau menyimpannya dibagian hatimu yang mana

Kau terlalu hebat, ku akui

Kau terlalu mudah menelanku, ah kau!

Kau terlalu pintar untuk tahu aku lemah bahkan untuk membalikkan tubuhku lebih dulu terhadapmu

Berdoalah, semoga Tuhan tetap menyimpan rasa ini selalu untukmu

Semoga Tuhan tidak mencabutnya kemudian membiarkanku tak bisa lagi bercerita tentangmu

Memintalah, semoga kelak bukan kekasihmu sebagai sebab hatimu tak bisa lagi memunculkan pelangi

Tak perlu khawatir, jika kau percaya, aku tak mungkin tertawa jika kau yang merasakan ini