Kemajuan
Maju ke depan (eh emang ada maju ke belakang?)
Selangkah lebih maju, duh malah kayak kampanye.
Move on - nah ini sih lebih pantas jadi, tapi macam rapuh kali yah ku nih?

Ehm,
Saya akhirnya membenarkan perkataan seorang teman dari percakapan beberapa waktu lalu, "kau mengenalnya terlalu dalam tapi ia tak sedikit pun mengenalmu". Nyelekit but true.
Masih belum nyambung, ndak papa yak :)

Mencintai siapapun tak pernah salah. Tapi saya pernah mencintai seseorang dengan cara yang salah. Saya mencintai seseorang sangat dalam sampai tak bisa lagi ku tuliskan, sampai lupa kalau diri sendiri perlu di cintai; dan itu salah!

Saya pernah terjatuh, berkali-kali. Sakit. Berusaha disembuhkan. Jatuh lagi. Sakit. Bangkit. Kemudian menyembuhkan diri sendiri dengan tidak menyakiti orang lain, tidak menyalahkan orang lain. Lalu kembali jatuh di tengah perkiraan kuatnya kaki berdiri. Dan akhirnya memaafkan diri sendiri karena membiarkan hati terus menerus jatuh.

Jika ada pertanyaan adakah suatu kemajuan dari drama-drama lelah yang sempat terjadi belakangan ini? Jawabannya ada! Dan ini melegakan.

Sejak lama, jika tidak terlalu berat saya membiasakan melakukan apapun seorang diri. Ada atau tidaknya dirimu dulu saya mengerjakan semua sendiri, agar tidak terlalu kaget ketika akhirnya kau harus pergi.

Sekarang saya sendiri dan kemajuan yang kumaksud adalah move on dalam perkara jatuh hati tidak selalu tentang bergantinya nama seseorang dalam hati atau menjadi pasangan siapa, mungkin cara seperti itu adalah salah satu cara tapi bukan satu-satunya cara.
Dan saya tidak memilih itu sebagai caraku melangkah. Azek! Wk.

Moveon yang ambigu ini kulakukan dengan cara memaafkan diri sendiri dan seseorang yang pernah tidak sengaja membuat perih. Melepaskan apa yang dari dulu tak pernah ku genggam utuh. Merelakan apa yang tak pernah ku miliki. Mengikhlaskan apapun yang pernah terjadi. Tidak pernah menyalahkan siapapun dalam hal apapun (wk, ini terkesan malaikat banget sih parah, tapi percayalah, saya tidak pernah menyalahkan siapapun, swer!) he.
Oh yang ini nih penting nih, serius aku nih. Jangan pernah melupakan. Apapun itu. Orangnya atau kenangannya (kalau ada hehe) karena bukan tidak mungkin sesuatu yang worth it akan datang untuk kita sebagaibalasan. Jangan pernah menyepelekan campur tangan semesta. 
Oke ga tuh?

Lalu perkara membuka hati, ini memang sangat sulit tapi bukan tidak mungkin dilakukan. Hanya saja hal seperti ini masing-masing orang membutuhkan proses yang berbeda, ada yang lamaaa ada yang cepat (kayak kamu beb❤) hehe santailah, maz.

huuuuuh *menghela napas panjang*

Kadang kita terlalu fokus untuk berpura-pura kuat tapi lupa belajar apa itu kuat.

Dahlah ah, capek.
Curhatnya sekian, Wassalam.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.