Yang Tak Perlu Dipuisikan

Bagaimana jika beberapa kata ini bahkan seperti itu saja
Isinya dituduh kau melulu
Bersama ajaran yang basi ditelan tenggorok
Dan
Lucu tenggelam sandiwara langka.

Kata-kata seperti hujan bulan Juni tahun ini; tidak tetap. Mungkin kau, bukan kau, atau orang lain lagi.

Tapi bersembunyi dalam kata adalah cara paling aman untuk hilang
Tak termakan rumor, tak ditelan halu, tidak terkubur janji
Bersembunyi di sudut memori dan tetap melihat kau berdiri bahkan dipatahkan.

Masihkah kau menginginkan jawaban yang lebih?
Sesungguhnya aku tidak ahli bicara
Apapun yang kau dengar atau kau baca punya tanda tanpa peduli isi hati
Memunggungiku dan harapmu kupeluk sebulan penuh.

Aku menyimpan; mengunci seluruh huruf dalam kepalaku
Berseru jika yang kusimpan masih utuh pasti di seluruh lapis pikirku.

Masih ada yang perlu diperbaiki karena leherku parau tak mampu disejukkan angin
Masih banyak yang harus dibenahi karena malamku belum mampu membuatmu tinggal lebih lama
Saat ramai tangan dan suara bersorak
tanpa tahu satupun pesanku untukmu

Ini tidak perlu dipuisikan semerinding suaramu keluar
Kecuali kau lama disini membuat diam bahkan lebih merinding dari apapun.

Makassar, Juli 2016