Selamat Tinggal.

Selamat Tinggal: Dua kata yang paling saya benci. Seburuk apapun orang yang kita benci, lebih buruk atau bahkan seburuk-buruknya yaitu Selamat Tinggal.

Tidak tersisa kesempatan untuk memperbaiki atau bahkan untuk menegur sapa pun tidak ada kesempatan dan memandang satu sama lain adalah keharaman.

Prasangka…

Prasangka…

Prasangka…

Kita dimandikan prasangka yang kita buat-buat. Seakan-akan apa yang kita pikirkan adalah kebenaran yang tidak bisa diganggu gugat.

Kita egois! penuh dengan Gengsi! mementingkan permusuhan! kita benci kedamaian. meski tanpa perang kita hancur oleh perasaan kotor kita sendiri.

Kamu menang dan Saya pun menang.

Kita kalah.

Selamat Tinggal.
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.