Membeli Buku Bekas Murah Dari Luar Negeri

Libridiary
Jul 20, 2017 · 2 min read

Tadi pagi, seseorang bertanya tentang buku yang saya posting di Facebook dan juga di Instagram.

“Beli buku itu di mana?” tanyanya sembari menyebutkan judul buku yang dimaksud.

Saya lalu menjawab pesannya itu dengan singkat.

Tapi, siapa tahu, ada di antara teman-teman yang penasaran, maka sekalian saya tuliskan saja di blog ini.

Buku-buku itu saya beli di ebay. Harganya sangat murah. Per buku harganya hanya 3–5 pounds sudah sampai ke Indonesia. Harga bukunya sendiri bervariasi, antara 0,99 pounds sampai 2,99 pounds. Sedangkan ongkirnya juga di angka 1,99 sampai 2,99 pounds. Kalau dirupiahkan maka banderolnya antara 60–90 ribuan. Untuk ukuran buku bekas yang cukup sulit ditemukan di dalam negeri, harga itu, menurut saya, masih relatif terjangkau.

Selain di ebay, saya juga suka membeli buku di Book Depository. Sebelumnya, saya juga pernah membeli buku di Amazon. Soal harga, sih, relatif mirip-mirip. Tapi harga buku yang di ebay cenderung lebih murah. Ya, wajar. Namanya buku bekas, hehe.

Tapi karena belanja di Amazon harus pakai kartu kredit, saya jadi agak malas belanja di situ. Sementara di ebay dan bookdep, demikian saya biasa menyebutnya, bisa dengan Paypal.

Memang ada cara pembayaran lain untuk berbelanja di amazon, yakni dengan AGC atau Amazon Gift Card. Namun cara ini lumayan sulit digunakan karena AGC-AGC yang dijual bebas itu tidak setiap saat tersedia. Apalagi ada resiko fraudnya juga meski saya, alhamdulillah, belum pernah mengalaminya.

Di Bookdep ada fasilitas free ongkir. Toko itu juga cukup sering mengadakan promo dengan memberikan potongan harga yang menarik.

Lalu pertanyaannya, kalau saya belanja buku di tempat-tempat yang sudah disebutkan itu, berapa lama sampainya ke Indonesia?

Relatif. Tergantung pada jasa ekspedisi apa yang Anda pakai. Tapi biasanya antara 2–3 pekan. Kalau pakai yang ekspres tentu lebih cepat. Bahkan bisa kurang dari seminggu. Hanya saja, harganya, sudah pasti, lebih mahal. Ono rego ono rupo. Begitu kata simbok saya, hehe.

Saya sendiri sudah dari tahun 2010 membeli buku-buku bekas lewat situs-situs itu. Sementara di Bookdep mungkin baru di tahun 2013 saya memulainya. Nggak rutin. Hanya sesekali saja bila memang diperlukan.

Begitulah. Catatan ini mungkin akan dilengkapi di lain kesempatan, insya Allah.

Cikokol, Juli 2017

)

    When a library has its own story

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade