MasyaAllah Tabarakallah..
Ga nyangka aku ada di fase ini.. buatku pribadi ini semacam proses akselerasi diri dari Allah. Ada makhluk Allah yang di titipkan di rahimku, seneeeng bukan main.. setiap aktivitasku ada kakak baby menyertai.
Alhamdulillah sering diskusi sama suami, tentang pentingnya berilmu, dan aku pun sadari.. jadi ibu wajib berilmu. Tulisan ini salah satu catatanku berusaha menghimpun ilmu yang Allah titipkan..
Catatan pertama mulai dari konsep Gentle Birth, dari dulu sebelum nikahpun sudah tertarik dengan konsep ini. Diawali dengan sebuah kalimat “bringing kindness into the world, starting from the womb” and then “Parenting starts from before the conception”. Sebuah kebaikan yang hadir di dunia ( mother earth ) lahir melalui rahim ibu, yang merupakan miniatur dunia. Dari sebentuk titik, menjadi sebentuk jantung hati, hingga sebentuk jemari, dan terbentuklah sebuah diri. Sejak dalam rahim, janin dapat mendengar, merasa dan melihat kebaikan.
Tanamkan kebaikan sejak dalam rahim dengan berkomunikasi dengannya. Merasakan tanda-tanda darinya, tendangannya, pola hidup baru yang dibawanya. dari sebuah kebaikan, menjadi dua kebaikan, lahirlah sebuah kebaikan baru. Bertiga, hari itu telah lahir seorang ayah, ibu, dan bayi.
Sadari bahwa ini kebaikan bersama, bahwa hamil adalah kerja bertiga, maka usahakan bertiga dengan berkesadaran, pola dasar inilah yang menuntun kita lebih mudah memahami bagaimana menjalani mindful parenting.
Ibu yg memahami kondisi, ayah yg membuat kondusif.
Jadi.. apa sih itu gentle birth?
Jika sebuah perumpamaan, melahirkan adalah proses transformasi besar, dipandang sebagai momen yang harus dirayakan dengan penuh rasa hormat, damai, dan sacral oleh semua yang terlibat di dalamnya. Momen persalinan menjadi sebuah transformasi bersama, bukan hanya dari perempuan menjadi ibu, tapi juga laki-laki menjadi ayah. Maka dibutuhkan support system yang kondusif.
Yang memiliki HAK atas kita hanya Allah, mintalah pada Allah untuk memampukan kita disetiap fase nya. Ada satu frase yang aku suka yaitu, “Ibu bahagia = bayi bahagia“. Ibu dapat melewati persalinan dengan aman dan nyaman, tenang, bahkan tanpa rasa sakit. Ibu terlindungi dari intervensi medis yang tidak perlu. Proses persalinan pun lebih lancar karena ibu sangat rileks dan tenang. Jika ibu bahagia, maka bayi pun akan bahagia karena ibu dan bayi terhubung dengan sangat erat.
Gentle Birth sendiri identik dengan proses melahirkan yang “Ramah Jiwa, Minim Trauma”. Sebuah kehamilan dan persalinan yang dijalankan secara SADAR. Sadar akan pilihannya, percaya penuh akan kemampuan tubuhnya, melakukan pemberdayaan diri seutuhnya, menguasai perjalanan yang akan dihadapinya dan percaya bahwa kontraksi dipandang sebagai sesuatu yang alamiah.
Perempuan dilahirkan telah dilengkapi pengetahuan tentang bagaimana cara melahirkan dengan instingnya. Kita perlu mengembalikan kemampuan perempuan dalam mempercayai tubuhnya dan yakin akan kemampuannya dalam melahirkan. Tapi tetep.. segala sumber kekuatan datangnya dari Allah, Laa Hawla Wala Quwwata Illa Billah..
Elemen Gentle Birth : Mimpikan, Usahakan, Lepaskan. Detailnya… kita bahas lagi nanti yaa… bumil mau rileks duluu.. hihihi
kunci nya : Libatkan Allah dalam setiap prosesnya.. afirmasi positif saat ada kalimat Allah didalamnya, nikmati prosesnya, akan selalu ada Allah yang Maha melindungi, mencintai, dan memastikan kita (bumil, pakmil, dan kakak baby) dalam kondisi yang terbaik. :D