Jurnal Tiga Semester

Masa-masa kuliah adalah masa dimana manusia (bisa) menjadi (sangat) egois. Mereka tidak peduli dengan orang lain. Masa dimana aku menemukan orang-orang yang bermuka dua, suka menikung (well, ini hanya kiasan) dan mereka akan mementingkan egonya masing-masing.

Bahkan, walaupun kita teman dekat, suatu saat kau bisa saja membenciku dengan sangat. Masa kuliah merupakan masa yang…dramatis. Kau bisa menemukan bagaimana seseorang benar-benar membencimu, atau bahkan mereka sungguh amat sangat mencintaimu.

Bahkan ketika kau menyesal dalam melakukan sesuatu dan ingin meminta maaf, mereka tak peduli. Atau bahkan, kebencianmu yang sangat besar pada mereka, masih dikalahkan pada bencinya mereka padamu. Kau tahu, padahal terkadang memang mereka yang salah. Serius, terkadang mereka yang salah dan mereka lebih nyolot daripada kamu.

Masa kuliah juga masa-masa dimana aku mulai memikirkan tentang Tuhan. Bukan, bukan sebagai mata kuliah yang harus kau terima. Tetapi kau mulai menanyakan, atau bahkan dalam beberapa kasus, mereka mulai meragukan Tuhan. Berkaitan dengan apa? Dengan pola pikirmu, dengan semua materi yang kau terima, di kelas mungkin, atau mungkin ketika kau mendengarkan temanmu yang sangat pintar memberitahukanmu sesuatu yang berkaitan dengan-Nya.

Masa kuliah juga masa-masa yang random, absurd, acak-acakan, tidak dapat kau definisikan dengan perasaanmu sendiri. Sebagai contoh, kau sangat bahagia karena seseorang, kemudian kau merasa bingung dengan tingkah laku seseorang, atau kau bahkan bisa saja membenci seseorang tanpa suatu alasan apapun.

Mungkin masa kuliah juga merupakan masa dimana kau akan melakukan dosa (yang kau rasa bisa menjadi) dosa terbesarmu di dunia ini, apalagi ketika kau berada jauh dari keluargamu, orang-orang yang mencintaimu. Seperti apa? Ngeganja. Narkoba I mean. Kehilangan keperawanan. Diskotik. Bukan diskotiknya yang dosa, tapi kalu kau lakukan hal-hal buruk disana, seperti ngewe dengan siapapun contohnya. Ya, itu semua kalau kau jauh dari seseorang yang bisa mengawasimu selama hampir 24 jam ditambah rasa penasaramu yang besar terhadap hal-hal yang (bisa jadi) buruk.

Terutama jika kau ‘dikekang’ secara pengetahuan terhadap hal-hal negatif di sekitarmu. Remaja memiliki rasa penasaran yang luar biasa bukan? Bagaimana mereka berciuman, melakukan hubungan seks, memakai narkoba, dan sebagainya. Tapi percayalah, mereka menjauhkanmu dari semua itu karena mereka menyayangimmu.

Kau tau?

Banyak orang jahat diluar sana. Yang ingin menciumu, menggerayangi tubuhmu melakukan seks denganmu bukan karena mereka menyayangimu, tetapi karena mereka penasaran, dan napsu. Hanya itu semata. Jahat bukan? Atau dia hanya ingin membuat studimu hancur karena kau kecanduan narkoba. Percayalah, dunia masih dipenuhi orang jahat, bung.