Thoughts from Social Media

Really, Dude? So, I just get a little disgust by one of my follow-followan-only friend. He tweeted this (and am quoting):

“Tiap denger lagu love yourself bikin kesel, lagu keren gitu yg nyanyi justin bieber, huft.” (I get dis-tempered when listening to Love Yourself. That song is cool, but why should be Justin Bieber who sang it).

Intinya adalah, dia suka lagunya, tapi dia ngga suka orangnya. Buat gue, dia ini lucu, lucu dalam artian mengarah ke negatif, aneh. Entah ya, mungkin kalo lo punya perspektif yang lain, hal ini bisa jadi wajar.

Tapi menurut gue pribadi, gue suka musik, gue mau nilai itu musik tuh gimana, gue kudu ngelepasin atribut penyanyinya atau penciptanya atau melepaskan diri dari orang-orang dibalik lagu tersebut. Secara gitu, gaya aja gue biar bisa dibilang objektif. Yegak? That’s why menurut gue ini agak lucu, lo suka lagunya tapi jadi ga suka karena yang nyanyinya lo ga suka. YHA BEBAS DHA YHA.

Padahal mah dibalik itu semua, mau seobjektif apa pasti masih ada subjektif-subjektifnya sih. Terlepas dari siapa yang memandang ya.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.