Manis dan Pahit
Gula sebagai penyedap atau pemberi rasa manis tak ubahnya dengan garam pemberi rasa asin, gula selalu memberi rasa manis pada minuman atau makanan yang diberi olehnya, seperti teh manis karena ada gula yang menemaninya dan tawar jika tidak ada hadirnya, nama gula selalu tersembunyi pada rasa manis, jarang sekali ada teh manis diucapkan dengan teh gula. Gula rela namanya digantikan dengan manis dan ia juga rela kebaikannya memberi kesegaran pada makanan yang masuk pada kerongkongan kita dan dijadikan alibi atau “ gara2 gula saya diabetes” dia rela menyembunyikan kebaikan nya dan rela menjadi kesalahan, ia rela dibenci dan bahkan dihindari oleh sebagian orang karena kebaikan nya.
Sama halnya dengan kebaikan-kebaikan yang sudah kita lakukan, kita bisa mengambil hikmahnya, bahwa kehidupan ini walaupun kita sudah berbuat manis atau baik pasti akan dibenci dan dicela, akan tetapi tidak pernah mengeluh ketika kita dibenci dan tidak meng AKU kan(gara2 aku) ketika disenangi.