Aku Mencintaimu Dengan Alasan

Kata orang cinta itu tanpa alasan. Kata orang cinta itu tak bersyarat. Kata orang cinta itu penuh misteri.

Cinta itu tanpa alasan. Mungkin bisa iya, mungkin juga bisa tidak. Cinta itu sederhana. Tapi, kadang cinta itu rumit. Jika dikatakan bahwa cinta itu tanpa alasan, lalu mengapa aku tetap punya alasan untuk mencintai kamu? Tebak alasannya apa? Alasannya adalah aku belum/tidak pernah bertemu dengan sosok seperti kamu yang mungkin dapat dikatakan hanya satu di dunia ini. Aku bisa merasakan bagaimana cara kamu mencintaiku tanpa harus mengatakan panjang lebar dengan embel-embel kata “aku mencintai kamu”. Aku tahu bagaimana cara pandangmu menilai sebuah masalah. Aku menyukai caramu berpikir yang bahkan manusia terkaya, terpintar atau berpangkat tinggi sekalipun, aku yakin tidak akan memiliki cara pikir yang sama seperti kamu. Lalu bagaimana jika ternyata aku bukan mencintai kamu karena kamu pintar, karena kamu tampan/jelek, karena kamu kaya, karena kamu royal, karena kamu berkasta? Apakah kamu bisa menjamin bahwa aku jatuh cinta? Dan bagaimana jika aku mencintai kamu hanya karena cara berpikir mu yang berbeda dengan orang pada umumnya bahkan aku tidak temukan meski ke ujung dunia sekalipun? Bagaimana jika aku mencintaimu karena kamu satu-satunya yang memahami bagaimana mauku, bagaimana inginku, kapan aku harus berhenti, kapan aku harus melangkah hingga hal kecil sekalipun? Aku sadar disini yang bermain adalah hati. Dimana kamu hanya dapat merasakan. Bukan melihat, walaupun hati mampu melihat, dia pasti melihat dengan perasaan bukan dengan mata bukan? Apakah kamu akan tetap mencegahnya? Apakah kamu akan tetap mempersilahkan bahwa aku harus jatuh cinta dengan yang lain? Walau tidak sebesar mencintai kamu? Bukankah kamu hanya satu di dunia kan? Karena aku tahu kamu satu di dunia, apakah salah aku harus tetap bersama dan tidak ingin meninggalkan kamu?

Cinta tak bersyarat. Ah tidak juga. Aku mencintai kamu dengan syarat. Syarat untuk mencintaiku adalah dengan komunikasi. Iya, kamu hanya perlu berkomunikasi denganku, membahas dari hal yang penting dan tidak penting. Tertawa dengan hal yang tidak lucu atau lucu sekalipun. Menangis karena sedih atau bahkan bahagia. Mengapa tidak? Berkomunikasi apa yang kita mau dan inginkan. Berkomunikasi untuk menjalin sebuah komitmen yang mungkin tidak akan mudah. Bukankah komitmen juga sebuah syarat dalam cinta ini? Bukan sebuah rasa tapi keputusan. Tidak keberatan kan?

Cinta penuh misteri. Bisa jadi begitu, buktinya saja kamu tidak mengungkapkan bagaimana kamu denganku. Kamu penuh teka-teki. Bila aku jagonya, mungkin sudah aku pecahkan teka-teki yang kamu buat. Namun, tidak sama dengan perasaan yang mampu aku rasakan walau sebenarnya tidak yakin juga. Keyakinan ini muncul begitu saja tanpa perlu banyak alasan. Tanpa perlu banyak drama, tanpa perlu banyak keraguan. Yakin begitu saja.

Like what you read? Give Lolitha Lestarii a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.