Kisah “Sillicon Valley” yang Menakjubkan Part 2

Hansen Louisther
Sep 3, 2018 · 6 min read

Lanjut.

Malam itu sangat mencekam.

Emosi.. Putus asa.. Kelelahan.. Pasrah.. Sedih..

Itulah perasaan yang mereka alami dan mereka rasakan.

“Dayung kita hanyut, semua tercengang, apalagi yang harus kita perbuat. Mereka bertiga saling bertatapan”

“Mari kita memejamkan mata dan berpegangan tangan sambil memohon kepada yang maha kuasa dan kita percayakan semua yang terjadi kepada yang maha kuasa ucap Runner”

Akhirnya mereka terpejam dan menunggu keajaiban terjadi kepada mereka bertiga saat ombak itu semakin besar, namun pertolongan tak kunjung datang hingga mereka bertiga terhempas sambil berteriak dengan memejamkan mata dan berpegangan erat sambil berdoa dalam hati terus memohon kepada yang maha kuasa.

Dan kapal mereka pun terbalik dan terhempas diterjang ombak yang dahsyat hingga mereka pun tak sadarkan diri dari apa yang telah terjadi kepada mereka dan malam pun segera berakhir hingga matahari terbit dan burung-burung berterbangan diatasi lautan itu.

Pagi itu adalah hari yang sangat sejuk dan sengatan matahari mulai terasa dikulit diatas hempasan lautan yang begitu luas. Mata yang baru saja dibuka mulai terasa silau saat matahari itu terpancar diatas lautan itu,

“Aku ada dimana? ujar Tom”

“Hei Runner, ayo bangun Simpson kata Tom”

Sebatang pohon kayu telah membawa mereka ke permukaan lautan itu dan kayu itu milik Dave yang diberikan ayahnya sesaat sebelum mereka berangkat.

“Ya Tom kita sekarang dimana? Kata Runner sambil membalikkan badannya dari pohon kayu itu karena merasa sesak”

“Aku juga tidak tau Runner sahut Tom”

“Ah sudah pagi ya Teriak Simpson”

“Hey lihat dari kejauhan ada gunung yang sangat dekat dari tempat kita berada mari kita berusaha membawa pohon kayu ini untuk menepi ke sana ucap Simpson"

“Sebentar saya siapkan energi saya dulu sahut Runner”

Akhirnya mereka pun bisa sampai menepi ke pegunungan itu dan mereka membaringkan badan mereka setelah kelelahan dengan kejadian semalam yang telah menimpa mereka.

“Semalam aku tidak ingat bagaimana peristiwa itu terjadi dan aku sangat ketakutankata Tom”

“Aku juga tidak tau tetapi keajaiban telah terjadi kepada kita hingga kita bisa selamat dari peristiwa semalam jawab Simpson”

Runner yang mencoba merenungkan kejadian itu merasa bersalah kepada kedua rekannya tersebut karena telah gagal membawa mereka untuk ke negeri yang mereka impikan. Karena merasa sudah tidak punya harapan lagi ditambah mereka sudah tidak memiliki perahu yang dapat mereka gunakan untuk pergi ke negeri impian mereka, dan semua pasokan makanan hingga perlengkapan mereka habis diterjang lautan.

“Kita tidak tau saat ini kita berada dimana, sebaiknya kita pergi untuk mencari makanan kata Runner”

“Sudahlah Runner jangan pernah patah semangat mari kita coba untuk berkeliling di pulau ini dan kita coba bangun kembali perahu kita untuk bisa sampai ke negeri itu jawab Simpson”

Mereka pun bergegas pergi ke arah pegunungan itu dan sepertinya mereka menjadi asing setelah mereka menemukan sebuah negeri yang indah dibalik pegunungan itu.

“wow indah sekali negeri ini, dan penduduk disini seperti nya memiliki penampilan yang sangat istimewa dibandingkan dengan negeri pelana ujar Tom”

“Baiknya kita bertanya kepada mereka dimana kita bisa mendapatkan makanan bagi kita, aku sudah cukup lapar dari tadi ujar Runner”

Penduduk di daerah pegunungan itu pun sangat baik mereka bertiga di terima di negeri itu sebagai orang asing dan penduduk disana sangat menjunjung tinggi rasa kemanusiaan sehingga mereka pun tidak kesulitan mendapatkan makanan dari kota itu.

“Boleh kah aku bertanya saudara, apakah nama negeri ini kata Runner”

“Penduduk setempat pun menjawab bahwa negeri ini adalah negeri Sillicon Valley atau disebut sebagai bukit sillicon”

Mereka bertiga pun tercengang sambil bertatapan dan masih tidak percaya dengan kata-kata penduduk itu. Namun rasa kegirangan yang sedikit disembunyikan dari mereka bertiga terasa haru dan mereka hampir tidak kuat menahan rasa senang yang mereka alami.

“Aku tidak tau kalau kita sudah sampai disini kata Tom”

“Baiknya kita belajar dari mereka karena negeri ini sangat istimewa dan menakjubkan yang tidak pernah ada di negeri pelana sahut Simpson"

“Mari kita berguru kepada mereka jawab Runner”

Mereka pun mulai belajar banyak hal tentang cara berkreativitas dan berinovasi yang mengembangkan bakat mereka. Banyak hal yang mereka dapatkan mulai dari belajar berdagang, seni, melukis hingga membangun kota yang istimewa itu. Setelah beberapa bulan mereka belajar dengan tekun akhir nya mereka pun memiliki sejumlah pengetahuan yang tidak pernah mereka dapatkan dari negeri pelana.

Setalah beberapa bulan ketiga pemuda itu sangat senang tinggal di negeri itu dan berniat ingin tinggal dan menetap di negeri itu untuk lebih mendalami banyak hal tentang negeri itu.

“Aku bangga sekali mendapatkan pelajaran berharga dari negeri ini ujar Tom”

“Apakah sebaiknya kita tidak kembali saja ke negeri kita karena kita sudah cukup lama tinggal di negeri ini. Dan aku yakin penduduk disini akan merasa kerepotan jika terlalu lama di negeri ini ujar Simpson”

“Ah itu hanya pikiran ku saja Simpson jawab Runner”

“Tapi tunggu sebentar aku punya ide , benar kata Simpson untuk apa kita berlama-lama di negeri ini padahal kita tidak punya siapa-siapa disini ucap Runner”

Kemudian mereka bertiga berunding untuk membahas tentang masa depan mereka jika mereka tetep tinggal di negeri itu mereka akan menghabiskan akhir hayat mereka disana dan mereka juga tidak memiliki kerabat di negeri itu. Setelah berhari-hari mereka berunding akhir muncul kesepakatan kalau mereka harus kembali dan memberikan apa yang sudah mereka dapatkan di negeri itu.

“Baiklah kita kembali, karena kapal kita sudah kita buat dan kita harus menceritakan semua ini kepada negeri asal kita ujar Runner”

“Baiklah jawab kedua rekannya tertentu"

Mereka pun berpamitan dari negeri sillicon valley, banyak penduduk disana yang menyayangkan kepergian mereka karena mereka sudah dianggap sebagai bagian dari negeri itu. Namun kerinduan akan sanak saudara yang ada di negeri pelana membuat ketiga pemuda itu tak bisa menahan rasa rindunya. Perpisahan pun terjadi di sisi laut negeri sillicon valley yang didampingi oleh kepala penduduk setempat untuk mengatakan salam perpisahan kepada mereka.

“Selamat jalan kawan semoga kita dapat bertemu kembali di waktu yang akan datang ujar kepala negeri sillicon valley”

“Iya bapak , kami bertiga juga mengucapkan banyak terima kasih karena banyak hal yang kami dapat dari ini jawab Runner”

“Bawalah pelajaran berharga ini bagi negeri kalian dan katakanlah kepada negeri kalian bahwa negeri ini mempersilahkan kepada siapa pun untuk bisa singgah di sini ujar kepala negeri sillicon valley”

Dan mereka pun diberikan satu cendramata dari negeri sillicon valley berupa sebuah lukisan yang indah dari negeri itu setelah mereka melepaskan salam perpisahan itu. Lalu ketiga pemuda itu pun segera berlalu dan mulai mendayungkan kapal mereka menuju arah ke negeri pelana. Setelah beberapa hari mereka berlayar akhirnya mereka tiba ke negeri pelana.

“Wah akhirnya kita pulang aku sudah sangat rindu dengan orang tua ku ujar Tom”

Yah kita berhasil jawab Simpson dan Runner”

Kabar yang beredar di negeri pelana tersebar bahwa ketiga pemuda itu telah dinyatakan sudah tidak ada. Semua orang di negeri pelana sebelumnya mendapatkan kabar dari mulut Dave dan Bryan bahwa rekan mereka sudah tiada dan hanya mereka yang selamat begitulah cerita yang ada sebelum ketiga pemuda itu sampai ke negeri pelana.

Namun alangkah terkejutnya seluruh negeri itu bahwa mereka telah kembali dengan selamat dan membawa sejumlah cerita menarik dari negeri sillicon valley. Banyak dari orang pelana yang percaya dengan cerita ketiga pemuda itu dan banyak juga yang masih belum percaya bahwa mereka telah sampai ke negeri itu. Kemudian ketiga pemuda itu pun bergegas menghampiri Dave dan Bryan.

“Kami bertiga telah berhasil mengarungi semua rintangan yang kami hadapi dan kami akhirnya kembali dari negeri itu ujar Runner”

“Bagaiman mungkin kalian bisa selamat jawab Dave”

“Kami sangat berterima kasih kepadamu Dave berkat sebatang pohon kayu yang diberikan ayahmu kami bisa sampai kesana jawab Simpson”

Dave dan Bryan merasa menyesal telah pergi meninggalkan mereka karena ketidakyakinan mereka berdua akan kekuatan keyakinan yang ada pada ketiga kerabatnya itu. Setelah itu Runner, Simpson dan Tom mulai membuat banyak karya di negeri itu, banyak hal yang mereka pelajari di negeri sillicon valley mereka ajarkan kembali di negeri pelana hingga negeri itu menjadi terkenal dan terdengar ke negeri tetangga. Banyak karya dan inovasi yang telah dibuat oleh tiga orang pemuda itu bagi negeri nya, sehingga negeri tersebut sangat menghormati jasa mereka dan memberikan pelajaran berharga bagi negeri pelana bahwa suatu kepercayaan yang kuat adalah modal untuk bisa mewujudkan impian seseorang.

Pesan dari penulis :

Kesulitan yang kita alami merupakan ujian untuk meraih impian yang kita harapkan bertahanlah didalam kesulitan itu dan berjuanglah hingga kita dapat bangkit untuk bisa keluar dari kesulitan yang kita alami. Percayalah kepada keyakinan mu dan yakinlah kepada yang maha kuasa jika kita berharap sepenuh hati dengan apa yang kita harapkan mudah-mudahan semua mimpi itu dapat kita raih dan kita bisa memberikan apa yang sudah kita dapat kepada banyak orang sehingga bisa memberikan manfaat dan dampak besar tidak hanya bagi diri kita sendiri tetapi juga banyak orang. Setiap orang menyesal karena kurang yakin dengan apa yang ada pada dirinya yang membuat sebuah hambatan pada pikirannya untuk meraih sebuah impian yang di harapkan.

Semoga kisah ini bisa menjadi manfaat bagi pembaca.

Terima kasih

Sumber gambar : https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT1iWVguJ7V7EbejLqZdkZ5BCh8Gf3P8ecv94vTXWg5n2xANwFzXikIateZ

    Hansen Louisther

    Written by

    Founder sampahberkah.com - So, After launch You and I trip to Barcelona