
Kita Terlalu Suudzon Terhadap Segala Hal
Kita terlalu suudzon dengan segala hal
Seperti kita tahu, baru - baru ini banyak kebijkan mengenai penggunaan gawai dimana orang tua orang tua yang resah dengan anak anaknya yang tak henti menggunakan gawai menilai hal itu selalu negatif, memang benar segala yang berlebihan akan berakibat negatif termasuk minum air putih jika tidak pada porsi efeknya akan buruk bagi tubuh, begitupun dengan gawai penggunaan berlebihan akan berakibat buruk bagi penggunanya, mulai dari masalah kesehatan hingga hal hal yang berhubungan dengan sosial.
Solusi yang tak solutif
Baru baru ini wali kota bandung ingin mengalihkan perhatian anak anak dari gawai ke anak ayam, apakah solusi itu dapat menjawab tantangan yang ada? Ah, saya rasa tidak pengalaman saya ketika masih duduk dibangku SMP teman saya memilih ngurus ayam dari pada harus berangkat ke sekolah, ya! poinnya disitu orang akan meninggalkan segalanya bahkan lupa jika dia sudah kecanduan. Kita yang kata cak nun "generssi tinggal landas" yang tidak tahu menahu akan proses terjadinya fenomena hari ini, bukan sepenuhnya kesalahan generasi kita, peran edukasi yang hilang dari orang tua kita yang akhirnya kita hanya dimarahi saja.
Kembali ke anak ayam, pikiran saya adalah bagaimana nantinya jika hal yang terjadi pada teman yang saya ceritakan tadi itu terjadi pada generasi hari ini, saya khawatir bukan hal itu saja ada potesi masalah lain, bagaimana jika anak ayam itu sudah besar lalu dijual dan di ganti kuota internet atau mereka jadi tukang sabung ayam dan berjudi melalui ayam? Nah loh bagaimana? Jadinya saya juga suudzon sama anak ayam.