Dollar Naik : Tak Ada Pengaruhnya?

Lukman M. Tandjung
Sep 5, 2018 · 1 min read

"Ga usah sok-sok an deh, masih makan tahu tempe di warteg aja pake ngomongin dollar segala"

Kira-kira begitulah kalimat yang sering gue dengar, banyak yang coba menyederhanakan bahkan menghilangkan efek meroketnya nilai tukar dollar terhadap rupiah. Gue bukan ekonom, engga pernah kuliah ekonomi juga, tapi gue engga sebodoh itu bisa menerima bahwa meroketnya nilai tukar dollar terhadap rupiah tak mempunyai efek apapun.

Gue akan bahas sedikit pengaruh pelemahan rupiah dari satu sektor, energi misalnya. Gue akan mulai dari listrik, PLN sebagai perusahaan penyedia listrik di Indonesia tidak memproduksi listrik sendiri, pembangkit-pembangkit listrik itu sebagian punya anak perusahaan PLN, dan sebagian lagi punya asing. PLN membeli listrik ke perusahaan-perusahaan tersebut, transaksi dilakukan dengan menggunakan dollar, silahkan googling untuk mencari berita sudah berapa T defisit PLN selama tahun 2018 yang diakibatkan oleh pelemahan rupiah terhadap dollar.

Berikutnya adalah BBM, produksi BBM kita tidak mencukupi kebutuhan di dalam negeri, artinya untuk mencukupi kebutuhan BBM di dalam negeri kita mesti impor. Transaksi energi untuk BBM ini menggunakan dollar bukan rupiah. Jadi, kalau harga BBM naik di SPBU ya jangan heran, karena cost produksinya naik jika dikonversi dengan rupiah.

Lalu timbul pertanyaan nih, rakyat jelata kaya kita mesti ngapain untuk bantu Pemerintah? Jawaban gue simple aja, kita mesti naik angkutan umum. Dengan naik angkutan umum kita membantu Pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM, jadi rupiah kita engga akan lari keluar negeri untuk impor BBM tadi, melainkan tetap berputar di dalam negeri, gitu 😚.

Lukman M. Tandjung

Written by

Anak muda ngehek yang suka ngopi dan suka kamu tentu saja ~