30 Desember 2014
Aku berjalan. Diantara lampu kota. Melewati sepinya jalan.
Kau dan jaket birumu. Dibalut pelukan jemarimu dibalik sarung tangan itu.
Asap keluar dari mulut pejalan. Dingin begitu menusuk. Air yang membeku turun. Angin menghembuskan sajak-sajak nestapa.